Categories: OLAHRAGA

JFT Tak Permasalahkan Gaji Dipotong

Jacksen F. Tiago. (FOTO: Erik / Cepos)

Persipura Jayapura

JAYAPURA – Kompetisi musim 2020 dapat dimulai kembali pada 1 Juli 2020 jika pemerintah tidak memperpanjang status darurat. Namun jika akhirnya diperpanjang, maka kompetisi musim 2020 akan dihentikan secara permanen.

Meski berat, namun pihak klub memahami bahwa keselamatan adalah yang terpenting. Sekretaris Umum Persipura Jayapura, Rocky Bebena mendukung penuh penundaan kompetisi di tengah Pandemi Covid-19.

Menurutnya, aspek kesehatan tentu harus diutamakan mengingat pertandingan sepakbola sangat mungkin menjadi sarana penyebaran Covid-19.

Tapi pemberhentian liga tentu memberi pekerjaan rumah yang banyak bagi klub, terutama soal gaji pemain. Dalam surat putusan PSSI memperbolehkan klub untuk menggaji pemain dan ofisial serta pelatih sebesar 25 persen dari nilai kontrak yang telah disepakati sebelumnya.

Pendapatan klub jelas akan berkurang terutama pemasukan dari tiket sehingga pemangkasan gaji dapat meringankan beban klub.

Sejak penundaan Liga 1, hampir seluruh klub meniadakan sesi latihan. Namun Rocky menjelaskan, bahwa pemain Persipura tetap profesional dengan berolahraga mandiri dan tetap menjaga pola makan.

Mengingat kompetisi baru akan bergulir pada waktu yang cukup lama, bahkan ada kemungkinan diberhentikan, Persipura sendiri sudah memperbolehkan pemainnya untuk pulang ke daerah masing-masing sejak bulan lalu.

Berbagai kondisi sulit tentu akan dirasakan oleh klub maupun pemain karena Covid-19 ini. Pemain tidak mendapatkan gaji penuh namun harus tetap menjaga kondisi agar fit ketika kompetisi kembali bergulir. Klub berada dalam kondisi ekonomi yang sulit sehingga beberapa keputusan harus diambil seperti pemotongan gaji, namun harus tetap menjaga hubungan baik dengan pemain. 

Sang juru taktik Mutiara Hitam, Jacksen F. Tiago mengaku tak begitu mempersoalkan pemotongan gaji hingga 75 persen dari nilai kontrak mereka.

“Selama ada komunikasi yang baik, saya secara pribadi sangat bisa memahami kondisi klub. Misalnya saya memahami kondisi klub keuangan klub tidak ada pemasukan sama sekali. Sedangkan klub juga harus memahami sepak bola adalah profesi saya satu-satunya. Kalau masing pihak menghargai hal itu, tidak ada masalah sama sekali buat saya,” ungkap Jacksen Tiago kepada Cenderawasih Pos saat dihubungi via telepon selulernya, Minggu (26/4) siang kemarin.

“Kita tahu Persipura bagaimana, mereka sangat terbuka dalam hal ini. Saya sangat setuju dengan langkah management Persipura,” tandasnya. (eri/gin).

newsportal

Share
Published by
newsportal

Recent Posts

490 Daerah Tak Punya Uang untuk Bayar Gaji ASN

Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…

2 hours ago

Kodam Sebut Kevin Tewas Dalam Laka Tunggal

   Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, mengatakan penyelidikan dilakukan bersama Polres Jayapura…

3 hours ago

Kuasai Abepura, Agenda Demo Harus Terkendali

Kesiapan tersebut disampaikan langsung oleh Kapolsek Abepura, Kompol Paulus Hilapok. Ia mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian…

4 hours ago

Hotel Boleh Sepi Sekarang, Tapi Jurusan Perhotelan Paling Banyak Diincar Siswa

   Ia menjelaskan, pembelajaran perhotelan di SNK Pariwisata Papua tidak berhenti di ruang kelas. Siswa…

5 hours ago

Yulianto: Banyak Masalah Tanah Belum Tuntas

​Ia mencontohkan salah satu bentuk ketidakberesan pelayanan pertanahan yang tengah ia tangani, seperti permohonan pengembalian…

6 hours ago

Hanya Bermodalkan Rp 500 Ribu, Makanan Basi Terdeteksi Lima Detik.

Dengan modal sekitar Rp 500 ribu, dua siswa kelas sembilan tersebut merancang alat yang dapat…

7 hours ago