Categories: OLAHRAGA

Tahan Rindu Makan Papeda

Yanto Basna ( FOTO: Yanto Basna for Cepos)

Yanto Basna

JAYAPURA – Palang pintu tim Prachuap FC (Liga 1 Thailand), Rudolof Yanto Basna mengaku rindu kampung halaman. Sebagai perantau di negara Thailand, pemain kelahiran Sorong itu juga harus menahan rindunya ingin mencicipi Papeda.

Meski Liga 1 Thailand ditunda hingga bulan September 2020, namun pemain berusia 24 tahun itu tak bisa kembali ke tanah air. Pasalnya dengan adanya pandemi covid-19, penerbangan Thailand – Indonesia atau sebaliknya masih ditutup.

Sehingga, harapan untuk bisa kembali ke tanah air harus ditunda. Termasuk kerinduan ingin makan Papeda pun harus ditahan sementara waktu. 

“Sebenarnya rindu makan papeda, rindu itu berat jadi ikhlaskan saja. Nanti pas balik Papua baru balas dendam,” ungkap mantan pemain pemain Persib Bandung itu kepada Cenderawasih Pos saat dihubungi via telepon selulernya, Senin (20/4) siang kemarin.

Untungnya, kata Yanto Basna, kuliner Indonesia memiliki kemiripan dengan makan tanah air. Meski tak bisa menyalurkan hasratnya ingin mencicipi Papeda, tapi ia masih bisa merasakan makanan khas Indonesia.

“Makan dj Thailand dan Indoensia itu banyak kemiripan, bahkan hampir semua rasa makanannya di sini (Thailand) sama di Indonesia, jadi tidak susah untuk adaptasi,” ujarnya.

Ia berharap, virus Corona atau Covid-19 segera berlalu, dan akses penerbangan Thailand – Indonesia pun dapat dibuka kembali.

“Karena kompetisinya ditunda sampai September, jika ada akses ke Indonesia saya akan balik dulu, karena tim akan kembali latihan saat bulan Juli,” tandasnya.

Diketahui, kompetisi 2020 merupakan tahun ketiga Yanto Basna berkarier di kasta sepak bola Thailand. 2018 Yanto Basna mengawali karier di Thailand bersama tim Liga 2 Thailand, Khon Kaen, kemudian 2019 hijrah bersama tim Liga 1 Thailand Sukhothai FC. Tahun 2020 barulah memperkuat Prachuap FC. (eri/gin).

newsportal

Share
Published by
newsportal

Recent Posts

Gereja Membela Harkat dan Martabat Manusia, Jangan Dinilai Gerakan Politik Praktis

   Mofu mengungkapkan bahwa HONAI dibentuk sebagai ruang bersama untuk menjawab berbagai persoalan kemanusiaan, terutama…

10 hours ago

Dorong Penyelesaian Hukum, Jangan Biarkan Pemalangan Jadi Kebiasaan

   Menurutnya, setiap penggunaan tanah masyarakat adat untuk kepentingan umum seharusnya telah melalui proses yang…

18 hours ago

Polisi Ungkap Hasil Labfor Pecahan Botol di Komnas HAM

   Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Papua, Kombes Pol Parasian H. Gultom, mengungkapkan bahwa…

19 hours ago

Siapkan Konsolidasi Besar Masyarakat Adat Tabi-Mamta

  Pertemuan yang dikemas dalam bentuk sidang pleno ini menjadi momentum penting untuk merumuskan agenda…

21 hours ago

Amankan Kendaraan Dinas, Pemprov Papua Libatkan Jaksa dan BPK

  Penjabat Sekretaris Daerah Papua Christian Sohilait, mengatakan penertiban kendaraan dinas dilakukan karena masih terdapat…

22 hours ago

Masa Tanggap Darurat Diperpanjang 7 Hari

   Rustan meminta seluruh warga terdampak, khususnya para pengungsi, untuk tetap bersabar sembari pemerintah mematangkan…

23 hours ago