Categories: OLAHRAGA

Belum Terima Peralatan, Futsal Papua Tetap Intens Latihan

Daud Hendry Arim. ( foto: Erik / Cepos)

PON 2020 Papua

JAYAPURA – Tim Futsal PON Papua terus intens menyiapkan timnya jelang PON 2020 Papua, meski mereka belum menerima peralatan latihan dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Papua. 

Meski begitu, tim yang ditukangi oleh Daud Henry Arim itu tidak menyulutkan semangat timnya. Mereka tetap berlatih dengan menggunakan peralatan latihan tim Futsal Mutiara Hitam. 

“Kendala yang kami hadapi saat ini itu soal peralatan latihan, karena sampai saat ini kami latihan menggunakan peralatan tim futsal Mutiara Hitam,” ungkap Daud Arim kepada awak media saat ditemui di lapangan Futsal Mutiara Hitam Arena Polimak, Jayapura, Sabtu (18/1).

Mantan pemain Persipura Jayapura itu juga membeberkan, bahwa selama menjalani latihan selama dua tahun, timnya kini menunjukan peningkatan signifikan. 

“Dari segi kualitas tim, teknik, taktik, dan organisasi dalam tim sudah baik. Tinggal kita poles lagi,” ujarnya. 

Selain soal peralatan, Daud juga berharap KONI Papua melalui Puslatprov KONI Papua dapat memberikan mereka lampu hijau untuk menjajal klub di luar Papua. Sebab, menurut Daud, timnya saat ini butuh banyak uji coba dengan tim yang memiliki kualitas diatas mereka. 

“Tim ini tinggal butuh uji coba keluar, karena tim yang ada di Jayapura saat ini levelnya dibawah kita. Sehingga jika diijinkan kami ingin ke Jakarta atau Jogjakarta, dan bahkan ke Thailand,” katanya. 

Menurut Daud, Thailand merupakan Negara yang memiliki perkembangan yang cukup baik di dunia Sepak bola serta Futsal di Asia Tenggara.

“Sehingga saat kita kembali mental pemain sudah siap untuk tampil di PON. Dan semoga kita diberikan kesempatan untuk siapkan tim ini dengan baik. Apalagi Asprov PSSI Papua memberikan target kepada kami untuk memberikan medali emas,” jelasnya.

Daud juga menambahkan, jika Futsal PON Papua juga akan secara bertahap dalam menentukan pemain inti yang akan tampil pada event olahraga nasional empat tahunan tersebut. 

“Saat ini kami masih ada 17 orang, dan kuota KONI memberikan kami hanya 14 pemain. Sehingga kemungkinan kami akan melakukan pengurangan pemain secara bertahap, karena waktunya yang masih cukup panjang, dan kita tidak tahu apa yang akan terjadi terhadap pemain kedepannya,” tandasnya. (eri/gin).

newsportal

Share
Published by
newsportal

Recent Posts

Dana Perawatan Nihil, Venue PON Papua Mulai Rusak

  Ia menjelaskan, venue peninggalan PON yang berada di bawah pengelolaan Pemprov Papua tersebar di…

8 hours ago

10 Personel Luka-Luka dan 1 Unit Mobil Warga Rusak

  Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, menegaskan bahwa pengamanan kegiatan penyampaian pendapat…

10 hours ago

Dari Rasa Gabut  dan Tanpa Kursus Khusus Bisa Hasilkan Karya Tepat Guna

Tiga siswa Sekolah Negeri Khusus (SNK) Pariwisata Papua, Juan Omar, Dhafin Khairan Abuhari dan Jeskhiel…

11 hours ago

Ribuan Warga Binaan Dapat Remisi, 36 Orang Langsung Bebas

   Dari total penerima tersebut, sebanyak 1.970 orang memperoleh Remisi Umum I (pengurangan masa pidana…

12 hours ago

Kemerdekaan Harus Dirasakan Rakyat Papua

   Ketua DPD PDI Perjuangan Papua, Benhur Tomi Mano (BTM), mengatakan kemerdekaan Indonesia tidak boleh…

13 hours ago

Beda Versi Polisi dan Mahasiswa

   Di satu sisi, Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Fredrickus W.A. Maclarimboen secara tegas membantah…

14 hours ago