Categories: SENTANI

Hampir Sebulan Sampah di Pasar Baru Tidak Diangkut

Sampah berbagai jenis yang masih tertumpuk di komplek pasar Baru Sentani, Sabtu (18/1).( foto: Robert Mboik Cepos)

SENTANI- Sudah hampir sebulan sejak Desember 2019 sampah di Pasar Baru Sentani tidak kunjung dibersihkan. Akibatnya selain menimbulkan bau yang tak sedap, pasar itu  terkesan tanpa ada penataan.

Beberapa warga yang ditemui media ini Sabtu (18/1), lalu mengaku sudah bosan untuk mengeluhkan persoalan sampah di Pasar Baru Sentani itu.

” Sebenarnya tidak sampai mengeluh,  sebab ketika orang datang dan lihat seperti ini harusnya peka. Tetapi Kami sering mengeluh kenyataannya tidak dibersihkan. Sehingga Kami sudah pasrah dan bosan untuk mengeluhkan persoalan sampah ini,” kata Ahmad salah satu warga di pasar tersebut. 

  Apa yang disampaikan Ahmad juga diamini warga lainnya di pasar itu. Rata rata mereka mengaku pasrah dengan persoalan sampah. Warga berharap dinas yang bertugas untuk mengelola dan menata pasar supaya lebih profesional. Karena menurut warga, aktifitas masyarakat di pasar sangat tinggi. Sehingga produksi sampah sudah pasti selalu ada.

“Kalau sampah inikan bukan saja disini, semua dimana saja pasti ada sampah. Di rumah saja ada sampah apalagi disini. Kalau dinas tidak ada uang cari cara bagaimana mengatasi persoalan ini,” katanya lagi.

  Menurut warga, persoalan sampah di Pasar Baru itu adalah persoalan klasik. Persoalan itu seperti persoalan yang  sangat sulit untuk diselesaikan dari waktu ke waktu. Padahal pasar itu sudah dibangun dengan biaya besar dengan konsep yang cukup modern. Hanya saja belum sepenuhnya didukung dengan pengaturan yang baik. Alhasil, pasar itu  seperti tempat pembuangan sampah sungguhan.

“Begini, kalau dinas tidak ada biaya, mungkin bisa dipungut Rp 1000 dari setiap pedagang. Tidak apa apa, saya pikir kalau dijelaskan ke semua yang ada dipasar pasti bisa terima. Jangan dibiarkan seperti ini,”tegasnya.

  Disatu sisi, pedagang juga menyoroti dinas yang rutin menagih retribusi namun mereka seperti lupa akan  kewajibannya. “Artinya begini, kalau dinas pungut retribusi kesini, ya ingat juga dengan kewajiban mereka. Dengan begitu, secara tidak langsung menjamin hak hak kami sebagai pengguna pasar. Karena kalau mau jujur, berjualan dengan kondisi sampah yang banyak seperti ini sangat menganggu,”ujarnya.

  Untuk diketahui, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Jayapura sudah diberi amanah dan tanggung jawab berdasarkan undang undang untuk mengelola dan mengatur pasar. Terkait berita ini, media ini belum berhasil meminta tanggapan dari instansi terkait melalui kepala dinasnya, meskipun berkali kali sudah mencoba menghubungi yang bersangkutan melalui nomor ponselnya namun tidak tersambung. (roy).

newsportal

Recent Posts

Dana Perawatan Nihil, Venue PON Papua Mulai Rusak

  Ia menjelaskan, venue peninggalan PON yang berada di bawah pengelolaan Pemprov Papua tersebar di…

4 hours ago

10 Personel Luka-Luka dan 1 Unit Mobil Warga Rusak

  Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, menegaskan bahwa pengamanan kegiatan penyampaian pendapat…

6 hours ago

Dari Rasa Gabut  dan Tanpa Kursus Khusus Bisa Hasilkan Karya Tepat Guna

Tiga siswa Sekolah Negeri Khusus (SNK) Pariwisata Papua, Juan Omar, Dhafin Khairan Abuhari dan Jeskhiel…

7 hours ago

Ribuan Warga Binaan Dapat Remisi, 36 Orang Langsung Bebas

   Dari total penerima tersebut, sebanyak 1.970 orang memperoleh Remisi Umum I (pengurangan masa pidana…

8 hours ago

Kemerdekaan Harus Dirasakan Rakyat Papua

   Ketua DPD PDI Perjuangan Papua, Benhur Tomi Mano (BTM), mengatakan kemerdekaan Indonesia tidak boleh…

9 hours ago

Beda Versi Polisi dan Mahasiswa

   Di satu sisi, Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Fredrickus W.A. Maclarimboen secara tegas membantah…

10 hours ago