Categories: OLAHRAGA

POPNAS Diundur ke November 2019

Plt Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda Provinsi Papua, Alex Kapisa. ( FOTO : ERIK / CEPOS)

JAYAPURA- Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) XV dan Pekan Paralimpik Pelajar Nasional (Peparpenas) IX yang awalnya dijadwalkan digelar pada Oktober 2019 nanti, diundur ke November.

Plt Kadisorda Papua, Alex Kapisa mengatakan, setelah diambil oleh Kemenpora dan dipindahkan ke ibu kota, dengan waktu yang sangat singkat sehingga jadwalnya pun harus mundur sebulan.

“Tetap akan dilaksanakan, namun mundur ke awal November 2019,” ungkap Alex kepada Cenderawasih Pos saat ditemui di Kantor DPRP Papua, Senin (16/9).

Selain pengunduran jadwal pelaksanaannya, jumlah Cabang Olahraga (Cabor)  pun akan ada perubahan. Melihat pemindahan tuan rumah dengan waktu yang  begitu singkat dan juga mengacu pada anggaran Kemenpora, pasalnya Popnas tahun ini akan diambil alih oleh Kemenpora.

“Saat ini memang ada dua opsi karena perpindahan tempat, apakah akan tetap dipertandingkan 20 Cabor atau 10 Cabor. Semuanya akan diputuskan dalam waktu dekat ini. Menpora akan mengundang seluruh Kadisorda untuk memutuskan soal jumlah Cabor yang akan dipertandingkan,” ujarnya.

Ditegaskan, meski pelaksanaan berpindah ke Jakarta, namun  tidak membuat kontingen Papua untuk mengurungkan targetnya masuk pada lima besar klasemen akhir. “Tetap kita akan komitmen dengan target awal, bahwa kita akan target lima besar,” tegasnya.

Sebelumnya dalam releasenya, Sesmenpora, Gatot Dewabroto mengatakan, pihaknya sedang melakukan kajian mengenai beberapa cabang olahraga yang akan dipertandingkan pada event terbesar antar pelajar tersebut.

“Saat ini kami sedang menyusun berap cabang olahraga yang akan dipertandingkan dan berapa angarannya, andaikan tetap di Papua kami tetap ada angaran pendampingan. Dan juga jaminan dari asisten Sekda DKI Jakarta, bahwa DKI menyediankan sarana seperti venue pertandingan,” jelasnya (eri/tho)

newsportal

Share
Published by
newsportal

Recent Posts

Demo Tolak MBG Serentak Disinyalir Terorganisir

Kepala Komnas HAM Papua, Frits Ramandey menduga aksi yang berlangsung di sejumlah daerah tersebut tidak…

55 minutes ago

Kericuhan di Pelabuhan, KM Gunung Dempo Pilih Tunda Berlabuh

Saat kapal dalam perjalanan menuju  Jayapura, tiga penumpang ini diketahui merokok di dalam kapal, tepatnya…

2 hours ago

Gereja Membela Harkat dan Martabat Manusia, Jangan Dinilai Gerakan Politik Praktis

   Mofu mengungkapkan bahwa HONAI dibentuk sebagai ruang bersama untuk menjawab berbagai persoalan kemanusiaan, terutama…

14 hours ago

Dorong Penyelesaian Hukum, Jangan Biarkan Pemalangan Jadi Kebiasaan

   Menurutnya, setiap penggunaan tanah masyarakat adat untuk kepentingan umum seharusnya telah melalui proses yang…

22 hours ago

Polisi Ungkap Hasil Labfor Pecahan Botol di Komnas HAM

   Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Papua, Kombes Pol Parasian H. Gultom, mengungkapkan bahwa…

23 hours ago

Siapkan Konsolidasi Besar Masyarakat Adat Tabi-Mamta

  Pertemuan yang dikemas dalam bentuk sidang pleno ini menjadi momentum penting untuk merumuskan agenda…

1 day ago