Categories: OLAHRAGA

Imbang Kontra Persinab, Pelatih Persipuncak Kecewa Kepemimpinan Wasit

MIMIKA – Persipuncak Puncak Cartensz meraih hasil imbang kala berhadapan dengan tim ibu kota Provinsi Papua Tengah, Persinab Nabire dengan skor 1-1. Pertandingan lanjutan Liga 4 regional Papua Tengah ini berlangsung di Stadion Wania Imipi, Mimika, Papua Tengah, Sabtu, (12/4/2025).

Hasil imbang ini memastikan posisi Persipuncak kokoh di puncak klasemen grup B dengan koleksi 4 poin disusul Persinab Nabire di urutan kedua dengan mengemas 2 poin. Meski telah memastikan lolos ke babak berikutnya, namun pihak Persipuncak tampak kecewa dengan kepemimpinan wasit yang memimpin laga antara Persinab Nabire melawan Persipuncak Puncak Cartensz.

Asisten Pelatih Persipuncak Puncak Cartensz, Hendriko Kiwak mengaku kecewa dengan kepemimpnan Wasit Dafid Nusaaly selaku pengandil di tengah lapangan. Ia menilai bahwa banyak keputusan yang diambil oleh wasit di sepanjang pertandingan sangat merugikan anak asuhnya di lapangan dan justru menguntungkan tim lawan.

“Kami bersyukur kepada tuhan karena kami bisa raih hasil yang maksimal walaupun kami agak sedikit kecewa dengan keputusan wasit,” ungkap Hendriko dalam konferensi usai pertandingan babak kedua, Sabtu pagi.

Meski merasa dipecundangi wasit dalam laga tersebut, Hendriko tetap mengapresiasi kerja keras anak-anak asuhnya sehingga dapat meraih 1 poin dan mengunci tiket pertama lolos ke semi final pada Rabu 16 April 2025 mendatang.

Dalam pertandingan tersebut, ada beberapa pemain Persipuncak yang harus ditandu ke luar lapangan dan mendapatkan perawatan medis karena mengalami cedera ringan.

Meski begitu, kata Hendriko bahwa timnya telah siap untuk menatap laga semi final nanti. Pihaknya juga akan berupaya agar beberapa pemain yang mengalami cedera rigan dalam pertandingan tersebut agar dapat lekas pulih dan bisa dimainkan.

Selanjutnya, Nerius Alom sebagai Kapten Tim juga mengatakan bahwa ia dan rekan-rekan cukup kecewa dengan kepemimpinan wasit.

Namun, mereka tetap menghargai keputusan wasit yang diambil di sepanjang laga tersebut yang menyebabkan pertandingan hampir berakhir ricuh.

Nerius juga mengaku bahwa ditengah jadwal pertandingan dengan durasi waktu yang sangat mepet itu juga cukup menguras tenaga dan fisik para pemain.

Hal ini menyebabkan banyak pemain yang mengalami cedera ringan di tengah lapangan pada pertandingan di pagi hari ini.

“Mungkin waktu yang singkat ini kami banyak kewalahan, masalah fisik, daya tahan tubuh, sehigga tadi bisa dilihat banyak (pemain) yang jatuh karena waktu recovery yang tidak cukup,” kata Nerius.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Theo: Tak Masuk Akal Orang Papua Sandera Orang Papua

Theo menilai kasus dugaan penyanderaan itu masih belum jelas karena adanya perbedaan informasi antara pihak…

1 day ago

OTT Rektor Unsoed Jadi Alarm bagi Perguruan Tinggi di Papua

   Merespon terkait dengan kasus tersebut​, Pengamat Kebijakan Publik Papua, Dr. Methodius Kossay, M.Hum., menegaskan…

1 day ago

El Nino Kuat Bayangi Mimika, BMKG Peringatkan Asap Kiriman dan Gangguan Penerbangan

BMKG Stasiun Meteorologi Mozes Kilangin Timika mengimbau warga Kabupaten Mimika untuk mewaspadai cuaca ekstrem akibat…

1 day ago

Giliran Asap Negara Tetangga Resahkan Warga RI-PNG

Asap yang disinyalir dari kebakaran hutan dan lahan ini justru muncul dari arah negara tetangga…

1 day ago

Satpol PP Siagakan 10 Personel Amankan  Kantor Dinkes Merauke

Penempatan personel tersebut dilakukan menyusul persoalan pemalangan Kantor Dinas Kesehatan yang sebelumnya membuat aktivitas pegawai…

1 day ago

Melaju di Atas Aspal dari Malam Tembus Pagi, Terapkan Monitoring  24 Jam

Di tengah tuntutan pemenuhan  hidup, Komunitas Laskar Di Rantau (LDR) telah membuktikan bahwa keterbatasan dan…

1 day ago