

PON 2020 Papua
MERAUKE – Perwakilan dari 6 Cabang Olahraga (Cabor) PON yang akan dipertandingkan di Kabupaten Merauke pada Oktober mendatang tiba di Merauke untuk melakukan pengecekan langsung masing-masing venue tersebut. Ketua Pengawas dan Pengarah (Panwasrah) PB PON XX Suwarno, kepada wartawan di Merauke mengungkapkan, bahwa kedatangan pihaknya kali ini agak spesifik karena yang dibawa kali in adalah seluruh perwakilan dari cabang olahraga yang dipertandingkan di Merauke.
‘’Disini ada 6 cabangh olahraga yang akan dipertandingkan. Unsur bermotor, sepak bola, wushu, pencak silat, anggar dan catur. Semuanya ada disini. Harapan dari apa yang ada, kita ingin masing-masing dari cabang olahraga melihat dari rencana cabang yang akan digunakan apakah masih dalam proses pembangunan atau dalam perbaikan kecil-kecil, kebersihan dan sebagainya. Sehingga masing-masing nanti merencanakan dari apa yang akan dikerjakan pada saat persiapan venue ini,’’ katanya.
Terkait dengan penyusunan personil, menurut Suwarno bahwa yang mendampingi masing-masing perwakilan Cabor ke lapangan tersebut sudah ada. ‘’Harapannya, setelah kita kembali dari venue, mereka dapat menyusun personil yang dibutuhkan pada saat pertandingan,’’ terangnya.
Sementara pihaknya dari Panwasrah, kata Suwarno kedatangan pihaknya ke Merauke adalah untuk melakukan koordinasi terkait akomodasi, transportasi, konsumsi , kesehatan dan bidang lainnya. ‘’Sebetulnya, kami berharap dari PB PON ada yang hadir disini, sehingga bisa sinkron antara kebijakan yang diambil oleh PB PON dengan apa yang akan dilaksanakan di masing-masing kluster termasuk Merauke,’’ jelasnya.
Sementara terkait proses pembangunan 2 venue olahraga yakni Stadion Katalpal dan Sirkuit Bermotor, Suwarno berharap agar pembangunan venue olahraga tersebut dapat dilanjutkan agar tidak ada yang berhenti.
‘’Masih banyak pekerjaan yang harus dikerjakan di bermotor. Laporan yang kami terima pagi ini, baru 27 persen. Tapi saya yakin mereka akan selesai pada waktunya. Sedangkan sepak bola sudah proses penanaman rumput minggu lalu. Harapannya nanti lebih cepat dari yang direncanakan. Karena kalai dihitung 6 bulan itu sudah mepet. Agustus baru selesai. Tapi kita berharap semua terkejar dan selesai pada bulan Juli atau paling akhir bulan Agustus 2020,’’ tambahnya. (ulo/gin)
Jelasnya praktik kekerasan berbasis gender, kekerasan seksual, serta diskriminasi struktural maupun kultural dialami perempuan Papua…
Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Papua Selatan, Paino ditemui media ini disela-sela pembahasan…
Petrus Assem menjelaskan, penanaman tebu di Merauke tersebut untuk industry gula dengan produk turunannya bioethanol…
Di tengah desakan kelompok warga yang menuntut pengukuhan lembaga adat, Bupati Mimika Johannes Rettob memilih…
al ini disampaikan langsung Direktur Eksekutif ALDP, Latifah Anum Siregar kepada Cenderawasih Pos melalui keterangan…
Perum Bulog Kantor Cabang (KC) Timika mulai mematangkan persiapan penyaluran bantuan pangan berupa beras dan…