Categories: OLAHRAGA

PB Forki Gelar Kejurnas Karate Kualifikasi PON Papua 2020

Pengurus PB Forki yang terdiri dari (kiri ke kanan) Sekretaris Dewan Wasit Arif Nugraha, Ketua Dewan Wasit Haifendri Putih, Sekjen Raja Sapta Ervian, Ketua Bidang Organisasi Yusran Arief, Wakil Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi Ardy Ganggas, dan Sekretaris Panitia Pra-PON Yoyok Satrio Purnomo memberikan keterangan pers di Jakarta, Minggu (3/11) ( FOTO : Roy Rosa Bachtiar)

Karate Papua Pilih Absen-

JAKARTA – Pengurus Besar Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (PB Forki) dengan pengurus Forki DKI Jakarta akan menggelar kejuaraan nasional Karate sebagai kualifikasi PON Papua 2020, yang akan berlangsung pada 4-6 November di Hall Basket Gelora Bung Karno, Jakarta.

“Sebanyak 410 atlet tercatat mengikuti kejuaraan ini untuk memperebutkan tiket ke PON Papua, mereka terdiri dari 231 karateka putra dan 179 karateka putri,” ujar Sekretaris panitia Pra-PON Yoyok Satrio Purnomo dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu.

Dalam kejurnas ini, sebanyak 15 kelas akan ditandingkan, yaitu kata putra dan putri, baik perorangan dan beregu, serta enam kelas kumite putra -55kg, -60kg, -67kg, -75kg, -84kg, dan +84kg, dan lima kelas kumite putri yaitu -50kg, -55kg, -61kg, -68kg, dan +68kg.

Hingga hari Minggu (3/11), dipastikan sebanyak 32 provinsi akan mengikuti Kejurnas Pra-PON, sementara dua provinsi lainnya yaitu Papua dan Sulawesi Barat absen.

Papua memiliki hak khusus untuk absen kualifikasi karena berstatus tuan rumah, sementara Sulawesi Barat tidak mengikuti event ini karena masih terkendala organisasi yang belum aktif karena baru diadakan pergantian susunan pengurus Forki daerah.

“Sulawesi Barat sejak pergantian pengurus baru memang belum aktif. Padahal saat pengurus sebelumnya, mereka yang paling instensif menghubungi panitia soal acara ini, tapi pas mendekati event mereka tidak ikut. Ini jadi catatan kami ketika ada satu provinsi tidak hadir, padahal (sbelumnya) dimana pun ada pertandingan mereka selalu turun,” kata Yoyok.

Lebih lanjut ia memaparkan, agar terpilih karateka terbaik untuk berlaga di PON Papua 2020, PB Forki akan memakai peraturan pertandingan yang telah ditetapkan PB Forki dan Federasi Karate Dunia (WKF).

Untuk kumite misalnya, akan menggunakan pranata “double knock down“, sementara nomor kata akan memakai pranata pertandingan Kata WKF2019.

Sekjen PB Forki Raja Sapto Ervian menambahkan, nantinya para peserta yang lolos dengan peringkat 1-8 di setiap nomor Pra-PON maka berhak untuk tampil mewakili daerahnya di PON 2020 di Papua.(Antara/gin)

newsportal

Share
Published by
newsportal

Recent Posts

Isu Penghentian Rekrutmen CPNS Diklarifikasi

Menurutnya, kebijakan tersebut diambil sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan fiskal daerah, mengingat beban belanja…

9 hours ago

Ikan Sapu-sapu “Serang” Danau Sentani?

Kabar terkait keberadaan ikan sapu-sapu atau Hypostomus plecostomus yang ditemukan di Danau Sentani sempat membuat…

10 hours ago

Papua Krisis Tenaga Laboratorium Medik

Ia merinci, kebutuhan tenaga ATLM di masing-masing wilayah cukup tinggi. Papua Pegunungan menjadi daerah dengan…

11 hours ago

Bertahun-tahun Tugas di Nusakambangan, Sempat Tegang Saat Tiba di Lapas Abepura

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) tak lagi dipandang sebagai tempat akhir dari perjalanan hidup seseorang, melainkan sebuah…

12 hours ago

Wali Kota Kembali Tegaskan Larangan Pungli di Sekolah

Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, menegaskan komitmennya dalam memberantas praktik pungutan liar (pungli) di lingkungan…

13 hours ago

Satgas Mafia BBM Selidiki Kasus Modifikasi Tangki BBM

Kasubdit IV Tipidter Polda Papua, Kompol Agus Ferinando Pombos, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir…

14 hours ago