Categories: OLAHRAGA

Papua Open Ajang Pra PON

Yulianus Worobay ( FOTO Erik / Cepos)

JAYAPURA – Pengurus Provinsi Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (Pengprov PASI) Papua bersama Pemerintah Kabupaten Mimika telah membentuk panitia Papua Open 2020. Kegiatan Kejuaraan Papua Open dijadwalkan dilaksanakan di Kabupaten Mimika, 27 Februari hingga 1 Maret 2020 mendatang.

Ketua Harian PASI Papua, Yulianus Worabay mengatakan, susunan kepanitian pelaksanaan Papua Open sudah terbentuk. Selain itu, kejuaraan atletik itu juga sebagai ajang Pra PON maupun ajang untuk mengukur persiapan atlet Papua menuju PON XX 2020 di Papua.

“Setelah kami melakukan pertemuan dengan Sekum KONI Papua, kita sudah gelar pertemuan dengan Pemda Mimika, dimana telah disepakati Ketua panitia adalah Asisten 1 Sekda Kabupaten Mimika,” ujar Julianus Warobay kepada awak media laga ujicoba tim sepak bola PON dengan mantan pemain PPLP Papua, Jumat (31/1) sore kemarin.

Julianus mengaku, dalam ivent Papua Open 2020, jika ada atlet atletik Papua yang tidak mencapai limit waktu PON, tentu akan dievaluasi bahkan diganti dengan atlet lain jika ada yang lebih menonjol.

“Ada beberapa Provinsi yang sudah konfirmasi akan datang ke Mimika, kami juga membuka kesempatan kepala PASI kabupaten/kota di Provinsi Papua untuk ikutsertakan atletnya. Jika ada atlet Papua diluar atlet PASI yang lebih menonjol dari pada atlet yang sudah menjalani TC, tentu kita akan ambil dan menggantikan atlet yang sudah mengikuti TC,” ujarnya.

Lebih lanjut, mantan atlet sepak bola PPLP Papua itu mengutarakan, dalam waktu dekat persiapan panitia akan dilanjutkan dengan rapat internal. Teknis dan detail persiapan digodok di rapat internal.

“Waktu persiapan kita cukup pendek, jadi kita harus bergerak cepat. Karena puncak acara dijadwalkan 27 Februari mendatang. Ini juga sebagai tes ivent venue atletik di Kabupaten Mimika. Dan semua nomor PASI yang dipertandingkan di PON kita akan lombakan,” tandasnya. (eri/gin).

newsportal

Share
Published by
newsportal

Recent Posts

Gereja Membela Harkat dan Martabat Manusia, Jangan Dinilai Gerakan Politik Praktis

   Mofu mengungkapkan bahwa HONAI dibentuk sebagai ruang bersama untuk menjawab berbagai persoalan kemanusiaan, terutama…

3 hours ago

Dorong Penyelesaian Hukum, Jangan Biarkan Pemalangan Jadi Kebiasaan

   Menurutnya, setiap penggunaan tanah masyarakat adat untuk kepentingan umum seharusnya telah melalui proses yang…

11 hours ago

Polisi Ungkap Hasil Labfor Pecahan Botol di Komnas HAM

   Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Papua, Kombes Pol Parasian H. Gultom, mengungkapkan bahwa…

12 hours ago

Siapkan Konsolidasi Besar Masyarakat Adat Tabi-Mamta

  Pertemuan yang dikemas dalam bentuk sidang pleno ini menjadi momentum penting untuk merumuskan agenda…

14 hours ago

Amankan Kendaraan Dinas, Pemprov Papua Libatkan Jaksa dan BPK

  Penjabat Sekretaris Daerah Papua Christian Sohilait, mengatakan penertiban kendaraan dinas dilakukan karena masih terdapat…

15 hours ago

Masa Tanggap Darurat Diperpanjang 7 Hari

   Rustan meminta seluruh warga terdampak, khususnya para pengungsi, untuk tetap bersabar sembari pemerintah mematangkan…

16 hours ago