Junk food atau makanan cepat saji merupakan jenis makanan yang sangat populer di berbagai kalangan, terutama di kalangan remaja. Rasanya yang lezat serta cara penyajiannya yang cepat menjadi pilihan utama banyak orang. Namun dibalik kepopulerannya mengonsumsi junk food secara berlebihan juga dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan tubuh.
Pada umumnya, junk food mengandung kadar lemak jenuh, gula dan garam yang sangat tinggi. Selain itu junk food juga rendah serat, vitamin dan mineral kandungan tersebut membuat junk food kurang memenuhi kebutuhan gizi yang diperlukan oleh tubuh.
Junk food tersedia dalam berbagai jenis produk makanan dan minuman seperti makanan ringan, soda, gorengan, makanan instan, pizza, dan pasta. Istilah junk food tidak hanya merujuk pada makanan yang dijual di restoran cepat saji, melainkan segala makanan yang mengandung gizi minim seperti makanan kaleng dan frozen food (ikan kaleng, sosis, nugget).
Junk food atau makanan cepat saji merupakan jenis makanan yang sangat populer di berbagai kalangan, terutama di kalangan remaja. Rasanya yang lezat serta cara penyajiannya yang cepat menjadi pilihan utama banyak orang. Namun dibalik kepopulerannya mengonsumsi junk food secara berlebihan juga dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan tubuh.
Pada umumnya, junk food mengandung kadar lemak jenuh, gula dan garam yang sangat tinggi. Selain itu junk food juga rendah serat, vitamin dan mineral kandungan tersebut membuat junk food kurang memenuhi kebutuhan gizi yang diperlukan oleh tubuh.
Junk food tersedia dalam berbagai jenis produk makanan dan minuman seperti makanan ringan, soda, gorengan, makanan instan, pizza, dan pasta. Istilah junk food tidak hanya merujuk pada makanan yang dijual di restoran cepat saji, melainkan segala makanan yang mengandung gizi minim seperti makanan kaleng dan frozen food (ikan kaleng, sosis, nugget).