Sebagai orang yang beriman, Anda past mengetahui bahwa ilmu, kehadiran, pendengaran, dan penglihatan Allah senantiasa mengelilingi Anda.
Ini akan membantu Anda untuk selalu berada dalam kesadaran diri. Anda perlu melatih perhatian dan akuntabilitas atas tindakan Anda.
Jangan menjadi pembuat alasan atau saling menyalahkan orang lain atas kekurangan Anda. Rasul Allah mengajari kita pelajaran indah ini melalui sepupunya Abdullah ibn Abbas ketika dia menegurnya dengan mengatakan: Wahai Anak Muda…
“Aku akan mengajarimu beberapa kata. Berhati-hatilah pada Allah, dan Dia akan menjagamu. Ingatlah Allah, dan kamu akan menemukannya di sisimu. Jika kamu bertanya, mintalah kepada Allah. Jika Anda membutuhkan bantuan, carilah dari Allah. Ketahuilah, jika seluruh dunia berkumpul untuk membantu Anda, mereka tidak akan dapat membantu Anda kecuali jika Allah telah menetapkannya. Dan sekiranya seluruh dunia berkumpul untuk mencelakakanmu, niscaya mereka tidak akan dapat mencelakakanmu kecuali jika Allah telah memerintahkan demikian. Penanya sudah terangkat, dan halamannya sudah kering.”—Tirmidzi
Sebagai seorang pria, belajarlah melakukan sesuatu sendiri sejak usia muda dan tidak bergantung pada orang lain. Banyak orang sering kali meminta bantuan pria, jadi Anda harus menjadi pemberi solusi, bukan pria yang tidak berharga.
Percayalah pada Allah, percayalah pada kemampuan Andaz dan yakinlah pada indahnya mimpi-mimpi Anda.Mintalah nasihat dari orang baik tetapi abaikan pendapat orang dan apa yang mereka pikirkan tentang Anda.
Sahl bin Sa’d meriwayatkan: Seorang laki-laki mendatangi Nabi dan berkata, “Ya Rasulullah, ceritakan padaku tentang suatu amalan yang akan membuat Allah mencintaiku dan orang-orang mencintaiku.” Nabi SAW bersabda, “ Tinggalkanlah kehidupan duniawi niscaya Allah akan mencintaimu. Tinggalkan apa yang dimiliki orang lain dan orang-orang akan mencintaimu .” — Ibnu Majah
Perempuan dan anak-anak sering kali membiarkan emosi menentukan tindakan mereka karena memang hakikatnya demikian.
Namun, pria sejati adalah mereka yang bisa mengendalikan emosinya. Akan tetapi, bukan berarti mereka tidak memiliki emosi negatif seperti kesedihan dan kemarahan.
Sebagai seorang pria, Anda harus belajar bagaimana mengubah emosi negatif Anda menjadi energi positif.
Rasulullah SAW mengilustrasikan kekuatan seorang laki-laki dalam hadits Abu Huraira sebagai berikut:
Rasulullah SAW bersabda, “ Pegulat yang terkuat bukanlah pegulat yang terbaik. Sesungguhnya orang yang paling kuat adalah orang yang mampu mengendalikan diri ketika marah. —Bukhari dan Muslim
Laki-laki adalah makhluk yang bertanggung jawab. Kelak, mereka akan menjadi seorang pelindung, pencari nafkah, dan pemimpin.
Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menetapkan empat warga negara asing (WNA) asal China sebagai tersangka dalam kasus…
Bergerak mandiri secara swadaya dengan tim inti tiga orang dan dibantu enam relawan, mereka rajin…
Budi menerangkan, daging sapi justru terbukti memiliki kandungan lemak jenuh lebih tinggi dibanding kambing. Ia…
Kamus menjelaskan bahwa masuknya investasi berskala raksasa dalam wujud Proyek Strategis Nasional (PSN) seperti perkebunan…
Ketua KPK Setyo Budiyanto menegaskan, KPK sangat berhati-hati dalam mengadopsi aturan baru agar tidak menimbulkan…
“Coba tanya Mensesneg, tapi rasanya beliau kurban sendiri,” lanjutnya. Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto membagikan sebanyak…