Menurut data medis, gas berlebih dalam saluran pencernaan bukan hanya disebabkan oleh makanan. Tetapi juga bisa karena stres dan kecemasan, yang dapat memperlambat gerakan usus dan mengubah pola bakteri pencernaan. Oleh karena itu, menjaga kesehatan mental juga menjadi bagian penting dalam mengatasi masalah kentut berlebihan.
“Kalau masih ragu atau merasa terganggu dengan frekuensi kentut yang tidak biasa, sebaiknya periksa langsung ke fasilitas kesehatan. Dengan begitu, penyebab pastinya bisa diketahui dan ditangani sesuai kondisi masing-masing pasien,” beber dr. Beny Rayen Suhendra. Dengan memahami penyebab, dampak, dan cara mengatasinya, masyarakat diharapkan tidak langsung panik bila mengalami kentut berlebihan. Namun, tetap perlu waspada jika ada gejala penyerta lainnya yang mengindikasikan gangguan pada sistem pencerna. (mu/fun/jawapos)
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua menyebut Presiden RI Prabowo Subianto menyalurkan bantuan 10 ekor sapi kurban…
Satuan Reserse Narkoba (Sat Resnarkoba) Polres Mimika melakukan tindakan tegas dalam upaya pemberantasan peredaran gelap…
Ketua Pengadilan Negeri Merauke, lanjut Yuri Ardiansyah, telah menunjuk 3 hakim untuk menangani 2 perkara…
Bupati Merauke, Yoseph Bladib Gebze mengingatkan para kepala distrik untuk melaksanakan tugas dengan optimal serta…
Kapolres Boven Digoel melalui Kasat Reskrim AKP Ishak O. Runtulalo menyampaikan, laporan awal diterima pihaknya…
Polsek Wamena Kota memastikan dua korban pencurian dan kekerasan (curas) terhadap dua saudara DW dan…