Menurut data medis, gas berlebih dalam saluran pencernaan bukan hanya disebabkan oleh makanan. Tetapi juga bisa karena stres dan kecemasan, yang dapat memperlambat gerakan usus dan mengubah pola bakteri pencernaan. Oleh karena itu, menjaga kesehatan mental juga menjadi bagian penting dalam mengatasi masalah kentut berlebihan.
“Kalau masih ragu atau merasa terganggu dengan frekuensi kentut yang tidak biasa, sebaiknya periksa langsung ke fasilitas kesehatan. Dengan begitu, penyebab pastinya bisa diketahui dan ditangani sesuai kondisi masing-masing pasien,” beber dr. Beny Rayen Suhendra. Dengan memahami penyebab, dampak, dan cara mengatasinya, masyarakat diharapkan tidak langsung panik bila mengalami kentut berlebihan. Namun, tetap perlu waspada jika ada gejala penyerta lainnya yang mengindikasikan gangguan pada sistem pencerna. (mu/fun/jawapos)
Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke menyatakan terjadi peningkatan kasus campak yang terjadi saat ini. Penyebarannya diduga…
Keduanya adalah pasangan tuli yang kini tengah merintis usaha berjualan kopi di Kotaraja dalam tepatnya…
Ia menjelaskan, Kapal Papua Baru bukan satu-satunya yang tenggelam di kawasan tersebut. Saat ini tercatat…
Peristiwa tersebut mengakibatkan seorang warga bernama Kevin Febrian Chen mengalami luka parah dan meninggal dunia…
Menurutnya, seminar ini menjadi wadah untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan hasil kajian mengenai biodiversitas Papua,…
Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Dirdik Jampidsus) Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi, menegaskan…