Menurut data medis, gas berlebih dalam saluran pencernaan bukan hanya disebabkan oleh makanan. Tetapi juga bisa karena stres dan kecemasan, yang dapat memperlambat gerakan usus dan mengubah pola bakteri pencernaan. Oleh karena itu, menjaga kesehatan mental juga menjadi bagian penting dalam mengatasi masalah kentut berlebihan.
“Kalau masih ragu atau merasa terganggu dengan frekuensi kentut yang tidak biasa, sebaiknya periksa langsung ke fasilitas kesehatan. Dengan begitu, penyebab pastinya bisa diketahui dan ditangani sesuai kondisi masing-masing pasien,” beber dr. Beny Rayen Suhendra. Dengan memahami penyebab, dampak, dan cara mengatasinya, masyarakat diharapkan tidak langsung panik bila mengalami kentut berlebihan. Namun, tetap perlu waspada jika ada gejala penyerta lainnya yang mengindikasikan gangguan pada sistem pencerna. (mu/fun/jawapos)
Hasil pemeriksaan yang dilakukan Satreskrim Polresta Jayapura Kota terkait aksi pengibaran Bintang Kejora di Halaman…
Tim Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua menetapkan dua orang sebagai tersangka dalam perkara tersebut, Jumat…
Dengan mengusung tema “Papua Bicara Masa Depan Bukan Konflik Masa Lalu”, KMP3R berupaya mengubah…
Langkah audit ini dilakukan sebagai respons terhadap makin tingginya tantangan perlindungan data pribadi di…
Dalam amanatnya Rustan Saru mengatakan peringatan tahunan ini dipandang bukan sekadar agenda rutin kenegaraan,…
Pemerintah Provinsi Papua meraih dua apresiasi dalam program Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II…