Menurut data medis, gas berlebih dalam saluran pencernaan bukan hanya disebabkan oleh makanan. Tetapi juga bisa karena stres dan kecemasan, yang dapat memperlambat gerakan usus dan mengubah pola bakteri pencernaan. Oleh karena itu, menjaga kesehatan mental juga menjadi bagian penting dalam mengatasi masalah kentut berlebihan.
“Kalau masih ragu atau merasa terganggu dengan frekuensi kentut yang tidak biasa, sebaiknya periksa langsung ke fasilitas kesehatan. Dengan begitu, penyebab pastinya bisa diketahui dan ditangani sesuai kondisi masing-masing pasien,” beber dr. Beny Rayen Suhendra. Dengan memahami penyebab, dampak, dan cara mengatasinya, masyarakat diharapkan tidak langsung panik bila mengalami kentut berlebihan. Namun, tetap perlu waspada jika ada gejala penyerta lainnya yang mengindikasikan gangguan pada sistem pencerna. (mu/fun/jawapos)
Ratusan nelayan Indonesia atau sebanyak 154 nelayan Indonesia yang ditangkap Otoritas PNG dan Australia dalam…
Namun di balik rutinitas itu, tak ada yang menyangka bahwa hari itu akan menjadi berbeda.…
Di depan sebuah masjid di kawasan Kodam, dua perempuan lanjut usia duduk bersandar. Di sekeliling…
Pj Sekda Kabupaten Jayawijaya Drs. Tinggal Wusono, M.AP menyatakan enam prioritas kebijakan pemerintah kepada peningkatan…
Pertempuran memperebutkan takhta juara melawan Persipuncak Puncak Cartenz berlangsung sengit sejak menit awal. Kedua tim…
Pelatih kepala Persipura, Rahmad Darmawan memberikan apresiasi tinggi bagi pemain yang disebut-sebut sebagai masa depan…