Menurut data medis, gas berlebih dalam saluran pencernaan bukan hanya disebabkan oleh makanan. Tetapi juga bisa karena stres dan kecemasan, yang dapat memperlambat gerakan usus dan mengubah pola bakteri pencernaan. Oleh karena itu, menjaga kesehatan mental juga menjadi bagian penting dalam mengatasi masalah kentut berlebihan.
“Kalau masih ragu atau merasa terganggu dengan frekuensi kentut yang tidak biasa, sebaiknya periksa langsung ke fasilitas kesehatan. Dengan begitu, penyebab pastinya bisa diketahui dan ditangani sesuai kondisi masing-masing pasien,” beber dr. Beny Rayen Suhendra. Dengan memahami penyebab, dampak, dan cara mengatasinya, masyarakat diharapkan tidak langsung panik bila mengalami kentut berlebihan. Namun, tetap perlu waspada jika ada gejala penyerta lainnya yang mengindikasikan gangguan pada sistem pencerna. (mu/fun/jawapos)
Kepala Seksi Lalu Lintas Angkutan Laut (LALA) dan Usaha Kepelabuhanan KSOP Kelas II Jayapura Semuel…
Penyidik juga sebelumnya telah memintai keterangan dari sejumlah saksi pasca kejadian tersebut. Ipda Teguh melanjutkan,…
Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang…
Wakil Sekretaris Jenderal PB PGRI Wijaya menyatakan, Indonesia menghadapi krisis guru yang nyata dan struktural.…
Isu reshuffle kembali menguat setelah kekosongan posisi Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Thomas Djiwandono. Hal ini…
Mantan Presiden RI Joko Widodo menegaskan bahwa anak sulungnya sekaligus Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming…