Categories: KESEHATAN

Sering Kentut Apakah Itu Normal?

Beberapa makanan diketahui menjadi pemicu utama produksi gas, seperti kacang-kacangan, kol, brokoli, susu, minuman bersoda, serta makanan tinggi serat tertentu. Kandungan karbohidrat kompleks pada makanan tersebut sulit dicerna sepenuhnya oleh tubuh, sehingga difermentasi oleh bakteri usus, menghasilkan gas hidrogen, metana, dan karbon dioksida.

Selain faktor makanan, gaya hidup dan kebiasaan makan juga dapat memengaruhi. Misalnya, makan terlalu cepat, sering mengunyah permen karet, atau menelan udara saat berbicara sambil makan dapat membuat udara ikut masuk ke saluran pencernaan dan menumpuk menjadi gas.

“Yang penting itu tidak ada keluhan lain seperti nyeri perut, kembung berlebihan, mual, muntah, atau sulit buang air besar. Kalau tidak ada gejala-gejala itu, kentut sering biasanya masih dalam batas normal,” tegas dr. Beny.

Namun, bila seseorang mengalami kentut yang berlebihan disertai bau tidak sedap, perut terasa begah, atau ada gangguan buang air besar, maka bisa jadi itu menandakan adanya dysbiosis. Suatu kondisi ketidakseimbangan flora normal di usus. Ketidakseimbangan ini bisa disebabkan oleh pola makan tidak sehat, konsumsi antibiotik berlebih, atau gangguan pencernaan seperti sindrom iritasi usus besar (Irritable Bowel Syndrome).

Sebagai solusi, dr. Beny menyarankan untuk memperbaiki pola makan dan gaya hidup terlebih dahulu. “Kurangi konsumsi makanan penghasil gas, perbanyak minum air putih, dan makan dengan perlahan. Kalau perlu, konsumsi probiotik untuk membantu menyeimbangkan kembali bakteri baik di usus,” tuturnya.

Selain itu, penting juga untuk mengatur waktu makan secara teratur dan menghindari kebiasaan menahan buang gas, karena dapat menyebabkan rasa nyeri dan tekanan berlebih pada usus. Jika gejala tidak membaik, pasien disarankan untuk berkonsultasi langsung agar dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Misalnya untuk mendeteksi intoleransi laktosa, gangguan enzim pencernaan, atau infeksi saluran cerna.Bukan Semata karena Makanan

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Masyarakat Tak Perlu PanikMasyarakat Tak Perlu Panik

Masyarakat Tak Perlu Panik

Kapolres Jayawijaya melalui kabag Ops AKP Eddy Tohir Sabara menyatakan saat ini ada beberapa kelompok…

17 hours ago

Propam Polres Jayawijaya Laksanalan Gaktiplin Usai Apel Pagi

Kegiatan pemeriksaan rutin ini mencakup beberapa sasaran utama sikap tampang dan kerapian Pemeriksaan gampol (seragam…

18 hours ago

Pelaku Penembakan Rafles Residence Mimika Ditetapkan Tersangka

Penyidikan kasus insiden berdarah di perumahan Rafles Residence, Jalan Irigasi Ujung, Mimika, memasuki babak baru.…

19 hours ago

ASN Yalimo Diminta Kembali ke Daerah Ikuti Upacara HUT ke-81 RI

Wakil Bupati Yalimo, Yan Kirakla, SPd, meminta aparatur sipil negara (ASN) yang saat ini berada…

20 hours ago

Gaji P3K Daerah Akan Dibayarkan Pemerintah Pusat

- Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Dapil Papua Selatan, Indrajaya menyebutkan bahwa…

21 hours ago

Banyak yang Terkesima Lihat Sepeda Tua, Ada yang Harganya Mencapai Rp250 Juta

Mereka tergabung dalam Komunitas Sepeda Tua Indonesia (KOSTI) Papua Tengah.  Di setang sepeda, bendera Merah…

22 hours ago