Categories: KESEHATAN

Ngopi di Bulan Puasa Takut GERD Kambuh? Begini Tips dan Solusi Amannya

JAKARTA – Bagi sebagian orang, kopi adalah bagian dari rutinitas yang sulit dilepaskan. Namun saat menjalani puasa, muncul kekhawatiran bahwa konsumsi kopi dapat memicu GERD kambuh dan menimbulkan rasa tidak nyaman pada lambung. GERD atau Gastroesophageal Reflux Disease terjadi ketika asam lambung naik ke kerongkongan akibat melemahnya katup esofagus bagian bawah. Kafein dalam kopi dapat merangsang produksi asam lambung dan memperburuk gejala pada individu yang sensitif.

Karena itu, penting bagi Anda memahami waktu dan cara konsumsi kopi yang tepat. Dengan strategi yang sesuai, Anda tetap dapat menikmati kopi tanpa meningkatkan risiko gangguan lambung selama puasa. Simak selengkapnya yang telah dirangkum dari kanal YouTube Tirta PengPengPeng pada Senin (16/02).Kafein bekerja sebagai stimulan sistem saraf pusat sekaligus dapat meningkatkan sekresi asam lambung.

Pada individu dengan riwayat GERD, kondisi ini berpotensi memicu sensasi panas di dada, nyeri ulu hati, dan rasa asam di mulut. Saat berpuasa, lambung berada dalam keadaan kosong selama berjam-jam. Produksi asam tetap berlangsung meskipun tidak ada asupan makanan. Jika kopi dikonsumsi dalam kondisi tersebut, iritasi dapat meningkat dan memicu refluks.

Karena itu, bukan hanya jumlah kopi yang perlu diperhatikan, tetapi juga waktu konsumsinya agar risiko kambuh dapat diminimalkan.Mengonsumsi kopi saat sahur dapat meningkatkan risiko dehidrasi ringan karena efek diuretiknya. Selain itu, kafein dalam kondisi perut kosong dapat memperparah refluks asam lambung. Pilihan yang lebih aman adalah mengonsumsi kopi setelah berbuka dan setelah makanan utama masuk ke lambung.Makanan berfungsi sebagai penyangga sehingga paparan asam tidak langsung mengenai dinding lambung.

Batasi konsumsi dalam jumlah moderat dan hindari minum kopi terlalu larut malam agar kualitas tidur tetap terjaga. Pola tidur yang baik juga berperan dalam mengendalikan gejala GERD. Makan dalam porsi besar saat sahur tidak menjamin anda lebih tahan lapar. Justru, lambung yang terlalu penuh dapat meningkatkan tekanan intraabdomen dan memicu refluks. Pilih makanan dengan kandungan karbohidrat kompleks, protein, serta serat yang cukup.

Hindari makanan terlalu pedas, berlemak tinggi, dan asam karena dapat merangsang produksi asam lambung. Jika Anda memiliki riwayat GERD kronis, konsultasikan penggunaan obat penurun asam lambung kepada dokter. Konsumsi obat sesuai anjuran dapat membantu mengontrol gejala selama puasa.Air putih tetap menjadi pilihan utama saat berbuka. Anda dapat memulai dengan air hangat atau suhu ruang untuk memberikan sensasi nyaman pada kerongkongan.

Page: 1 2

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Masih Syok! Sulit Lupakan Kenangan Tinggal di Rumah yang Kini Telah Hangus

  Para ibu tampak lebih banyak berbaring dan beristirahat di dalam tenda. Sementara sejumlah bapak…

32 minutes ago

Mitos atau Fakta, Terlalu Banyak Makan Kacang Goreng Bisa Menyebabkan Jerawat?

Pada dasarnya, kacang bukan satu-satunya makanan yang dapat dikaitkan dengan munculnya jerawat. Jerawat dipengaruhi oleh…

2 hours ago

Pemerintah Klaim Pengangguran Turun 4,65%

Dalam acara Kick Off Pelatihan Vokasi Nasional Tahun 2026 Angkatan 4 yang digelar secara hibrida…

3 hours ago

Anggaran Podcast Kemenkop Capai Rp103 Miliar Dipertanyakan

Sorotan tersebut makin menguat lantaran realisasi anggaran tahun 2026 yang sebesar Rp72 miliar dilaporkan baru…

4 hours ago

Malaysia dan Brunei Bawa Kabut Asap Kalimantan ke ASEAN

Malaysia selanjutnya bersiap mengirimkan surat resmi kepada Sekretariat ASEAN. Menteri Luar Negeri Malaysia juga ditugaskan…

5 hours ago

Kepadatan Pengunjung Jadi Tantangan, Sepanjang Jalan rezeki Terus Mengalir

Memang, malam itu, santri asal Bangil, Kabupaten Pasuruan, ini sedang menjalankan tugas untuk membersihkan sampah,…

6 hours ago