

Ketua Komisi Fatwa MUI Papua Selatan Miftah Fuad Alhamad, SH menyerahkan hasil keputusan dari Komisi Fatwa MUI Papua Selatan kepada Ketua Umum MUI Papua Selatan H. Abdul Awal Gebze di depan Masjid Al-Aqsa Merauke, Selasa (17/2). (foto:Sulo/Cepos)
MERAUKE– Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Papua Provinsi Papua Selatan mengeluarkan Fatwa terkait dengan 1 Ramadan 1447 Hijriah.
Didampingi Ketua Umum MUI Papua Selatan H. Abdul Awal Gebze, dan Ketua Komisi Fatwa Miftah Fuad Alhamad, SH, Sekretaris Komisi Fatwa MUI Papua Selatan Abdul Kholiq membacakan keputusan Fatwa MUI Papua Selatan yang berisi 2 point.
Pertama, penetapan awal Ramadan, Syahwal danDzulhojah dilakukan berdasarkan metode ru’yah dan hisab oleh pemerintah Republik Indonesia cq Menteri Agama dan berlaku nasional.
‘’Seluruh Umat Islam di Indonesia, terkhusus kaum Musliman-Musalimat di wilayah Provinsi Papua Selatan wajib mentaati ketetapan Pemerintah Republik Indonesia tentang penetapan awal Ramadan, Syahwal dan Dzulhijah,’’ kata Selatan Abdul Kholiq, membacakan Komisi Fatwa MUI Papua Selatan tersebut di halaman Masjid Al-Aqsa Merauke, Selasa (17/2).
Ketua Umum MUI Papua Selatan H. Abdul Awal Gebze, S.Pd, mengatakan, fatwa yang dikeluarkan Komisi Fatwa MUI Papua Selatan tersebut merujuk pada Fatwa MUI Pusat dan Kementrian Agama Republik Indonesia.
‘’Saya selaku Ketua MUI Provinsi Papua Selatan mengimbau kepada seluruh komponen umat Islam yang ada di Provinsi Papua Selatan dan seluruh ormas-ormas Islam, Lembaga-lembaga Islam, pondok-pondok pesantren dan semua lapisan umat Islam yang ada di Provinsi Papua Selatan untuk dapat mentaati keputusan Majelis Ulama Indonesia Pusat dan MUI Provinsi Papua Selatan mengacu pada keputusan Kementerian Agama Republik Indonesia,’’ imbau Abdul Awal Gebze yang juga menjabat sebagai Anggota MRP Papua Selatan ini.
Abdul Awal Gebze juga mengimbau kepada seluruh restoran dan rumah makan yang ada di Papua Selatan serta seluruh penjualan makanan untuk senantiasa memperhatikan penghargaan dan penghormatan pada bulan Suci Ramadan dengan pembatasan jam operasional saat sahur dan buka puasa.
Abdul Awal Gebze juga mengimbau kepada pelaksana tempat hiburan malam untuk membatasi secara ketat pelaksanaan jam operasionalnya sehingga semuanya dapat menjaga situasi dan kondisi penghormatan terhadap penghormatan bulan suci Ramadan yang dilaksanakan tahun 2026 ini.
‘’Kami juga mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat, saudara-saudara yang beragama sahabat juga, mari untuk sama-sama kita saling menjaga toleransi antar umat beragama, saling hargai menghargai, hormat menghormati demi kedamaian yang akan kita ciptakan di tanah Papua Selatan ini,’’ pungkasnya. (ulo/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Ada yang berbeda dari launching Persipura kali ini. Untuk pertama kalinya, rangkaian launching akan digelar…
Plt. Kepala BPS Papua, Akhmad Jaelani, mengatakan karakteristik wilayah Papua membuat proses pendataan membutuhkan…
Penyaluran bantuan pangan ini menyasar 37.401 penerima bantuan pangan yang tersebar di 25 kelurahan dan…
Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Papua bersama seluruh DPD PAN tingkat kabupaten/kota…
Status baru sebagai ASN membawa tanggung jawab yang lebih besar untuk mengabdi kepada negara…
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah V Jayapura menerbitkan peringatan dini terkait ancaman kekeringan…