

lustrasi menyiapkan makan bergizi gratis (MBG). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JAKARTA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah berjalan selama satu tahun resmi diimplementasikan di Indonesia kini mulai menuai berbagai catatan kritis. Program yang digadang-gadang sebagai upaya strategis memperbaiki gizi anak dan menekan angka stunting ini dinilai masih menyisakan sejumlah anomali dan kontroversi, mulai dari persoalan keamanan pangan hingga kesesuaian menu dengan kebutuhan anak.
Kasus keracunan massal yang terjadi di beberapa wilayah menjadi sinyal peringatan serius. Padahal, MBG merupakan investasi kesehatan jangka panjang yang menentukan kualitas generasi penerus bangsa menuju Indonesia Emas 2045. Dosen Departemen Gizi Fakultas Kedokteran, Keperawatan, dan Kesehatan Masyarakat (FKKMK) Universitas Gadjah Mada, Dr. Mirza Hapsari Sakti Titis Penggalih, S.Gz., Dietisien, MPH, menegaskan bahwa secara konsep, program Makan Bergizi Gratis memiliki tujuan yang sangat baik dan mulia.
“Program school lunch seperti Makan Bergizi Gratis ini bertujuan mencetak generasi masa depan yang sehat dan berkualitas dalam rangka menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Mirza, Kamis (8/1), seperti dilansir dari laman ugm.ac.id.
Ia menambahkan, terlepas dari agenda politik, program makan siang sekolah telah lama diterapkan di berbagai negara dan menjadi bagian dari tanggung jawab negara terhadap warganya.
Untuk mendukung peningkatan pelayanan kesehatan di RSUD Wamena, Pemerintah Kabupaten Jayawijaya meresmikan 3 ruangan yang…
Kepala Dinas Kesehatan Lanny Jaya, Niel Yigibalom, SKM., M.Si., menyampaikan kondisi tersebut dalam rapat bersama…
Wakil Gubernur Papua Pegununugan Dr. Ones Pahabol, SE, MM menyatakan tak bisa dipungkiri lagi jika…
Momen ini menjadi tonggak penting bagi kebangkitan Pramuka di Kabupaten Keerom setelah sempat vakum selama…
Penertiban dilakukan setelah polisi menerima informasi dari masyarakat terkait aktivitas penjualan Boplas yang dinilai meresahkan.…
Aktivitas kantor di Sekretariat DPR Papua, Jumat (25/9) mendadak tegang. Ini lantaran sejumlah penyidik kejaksaan…