Categories: NASIONAL

Produsen Tunggu Petunjuk Teknis DPO-DMO

Aprindo: Tidak Ada Panic Buying, Stok Migor Cukup Dua Pekan

JAKARTA-Pemerintah telah menetapkan kebijakan harga eceran tertinggi (HET) untuk minyak goreng (migor). Perinciannya, migor curah Rp 11.500/liter, kemasan sederhana Rp 13.500/liter, dan kemasan premium Rp 14.000/liter. HET yang dilaksanakan mulai Selasa (1/2) itu tentu membawa dampak pada industri ritel.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Solihin menyatakan, pihaknya siap menjalankan kebijakan tersebut. ”Sejak tanggal 19 Januari kami melakukan intervensi harga sesuai yang diminta menteri perdagangan untuk minyak goreng satu harga, yakni Rp 14.000/liter. Artinya, pada saat kami menentukan harga jual itu, stok lama yang kami beli tentu lebih mahal dari Rp 14.000/liter,” ujarnya kepada Jawa Pos kemarin (28/1).

Solihin melanjutkan, kali ini, dengan aturan HET, pihaknya mematuhi apa saja kebijakan yang telah ditetapkan pemerintah. Sebab, hal itu memang bertujuan untuk dapat memenuhi kebutuhan masyarakat. Dengan adanya kebijakan tersebut, dia berharap harga migor di pasaran bisa stabil. ”Ini program bagus. Supaya harganya stabil,” imbuhnya.

Namun, Solihin mengimbau masyarakat tidak melakukan panic buying. Sebab, stok di pasaran terbilang cukup. Adanya panic buying akan membuat stok di pasaran cepat habis. ”Jika pembelian normal, stok yang ada di pertokoan cukup untuk dua pekan,” tuturnya.

Solihin melanjutkan, selain melakukan penjualan, pihaknya tentu melakukan pembelian pada distributor atau produsen. Tetapi, saat ini pemenuhan stok untuk pembelian itu masih dalam level yang sedikit. ”Masih di bawah 10 persen,” ucapnya.

Selain HET, Kemendag juga menetapkan domestic market obligation (DMO) dan domestic price obligation (DPO) untuk seluruh produsen migor. Kebijakan tersebut berlaku sejak Kamis (27/1). Mekanisme DMO wajib untuk seluruh produsen migor yang akan melakukan ekspor. Nanti mereka wajib mengalokasikan 20 persen dari volume ekspor untuk memenuhi kebutuhan migor dalam negeri.

Ketua Bidang Komunikasi Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Tofan Mahdi menegaskan, pihaknya siap mendukung kebijakan itu. Apalagi, tujuannya dalam rangka stabilisasi harga migor.

”Terkait DMO, kami masih menunggu peraturan teknisnya seperti apa. Kami berharap dengan DMO harga minyak goreng segera stabil, stoknya ada, dan ekspor minyak sawit juga tetap bisa menjadi penopang neraca perdagangan Indonesia,” jelasnya.

Tofan menyebutkan, selama ini belum ada best practice terkait DPO. Sehingga pihaknya masih terus memonitor dan menunggu aturan teknis dari pemerintah. Terkait dengan proyeksi harga CPO ke depan, Tofan masih belum bisa banyak berkomentar. ”Secara teoretis, pasar internasional akan menangkap suplai minyak sawit dari Indonesia akan turun. Nah, apakah ini akan memicu kenaikan harga? Kita lihat saja nanti,” katanya. (dee/c9/dio/JPG)

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: EKBIS

Recent Posts

Temuan Pemborosan Anggaran Jadi Perhatian DPRP di APBD Perubahan

   Ketua DPR Papua, Denny Henrry Bonai, mengatakan pembahasan tindak lanjut akan dilakukan oleh masing-masing…

11 hours ago

DPR Kota Jayapura Tetapkan 12 Raperda Dibahas Tahun Ini

  Regulasi ini mencakup empat (4) Raperda kategori APBD dan Delapan (8) Raperda Non-APBD guna…

12 hours ago

Mantan Bendahara Bunda PAUD Papsel Divonis 4 Tahun Penjara

Putusan Majelis Hakim Tipikor Jayapura tersebut  lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum sebelumnya yang…

13 hours ago

Pergaulan Bebas dan Faktor Ekonomi Jadi Penyebab 1000 Lebih Anak Berhenti Sekolah

  Sejumlah mama Papua datang dari berbagai Distrik di Kota Jayapura mengenakan sandal jepit, menggandeng…

14 hours ago

Stok Obat Menipis, Pelayanan Puskesmas Mopah Baru Terancam Terganggu

Kepala Puskesmas (Kapus) Mopah Baru Severina SH. Wiratwanti menyampaikan, stok obat, terutama jenis obat yang…

15 hours ago

Kemarau Panjang di Papua Pegunungan, Sejumlah Sumur Bor Milik Warga Mulai Mengering

Forecaster BMKG Wamena Ahmad Armanda menyatakan musim kemarau di wilayah Papua Pegunungan ini dimulai dari…

16 hours ago