Ketegangan tersebut turut berdampak hingga ke Indonesia. Menteri Luar Negeri Sugiono mengungkapkan bahwa dua kapal milik Pertamina masih tertahan dan belum dapat melintasi Selat Hormuz. Pemerintah Indonesia kini terus bernegosiasi dengan pihak Iran untuk memastikan kelancaran pelayaran di tengah situasi yang semakin kompleks. “Apa yang menjadi kebijakan di tingkat atas, tidak selalu mudah diimplementasikan di lapangan,” ujarnya, menggambarkan rumitnya dinamika yang dihadapi.
Perpanjangan gencatan senjata sejatinya membuka peluang dialog. Namun, ketika tekanan ekonomi dan militer tetap berjalan, kepercayaan menjadi barang langka. Iran melihat inkonsistensi, sementara Amerika Serikat mempertahankan strategi tekanan sebagai alat tawar. Di antara dua pendekatan itu, laut menjadi panggung paling nyata—tempat di mana keputusan politik diuji oleh realitas. Gencatan mungkin diperpanjang. Tetapi selama blokade tetap berlangsung dan kapal-kapal masih dicegat, ketegangan belum benar-benar menemukan jedanya.(jpg/han)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Wakil Gubernur Papua Selatan Paskalis Imadawa memberi pesan tegas kepada jajaran Himpunan Kerukunan Tani Indonesia…
Apolo mengatakan, Pemerintah dan masyarakat Papua Selatan menyampaikan selamat dan sukses atas amanah yang diberikan…
Kepala Bidang Perkebunan Dinas Perkebunan dan Peternakan Papua Tengah Andrias di Nabire, Senin, mengatakan kerusakan…
Pengembangan Pelabuhan Merauke terus dipersiapkan seiring meningkatnya aktivitas dan trafik angkutan barang. Saat ini, pengembangan…
Koordinator Umum, Bertho Nayak Entama, menegaskan bahwa proses CASN Formasi 2024 telah berjalan cukup lama,…
Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Fredrickus W.A. Maclarimboen mengatakan, penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik…