Categories: NASIONAL

2024 Diprediksi Jadi Tahun Terpanas dalam Sejarah

Perubahan Iklim dan Krisis Global

Pada Oktober 2024, suhu global tercatat sebagai yang terpanas kedua setelah Oktober 2023, dengan peningkatan sebesar 1,65°C dibandingkan suhu rata-rata sebelum era industri. Dalam 16 bulan terakhir, hanya satu bulan yang mencatat suhu di bawah ambang batas 1,5°C, menegaskan bahwa pemanasan global semakin tak terkendali.

Selain itu, laporan C3S mencatat dampak signifikan pada es di Kutub Utara dan Selatan. Luas es di Kutub Utara menyusut hingga 19 persen di bawah rata-rata historis untuk bulan Oktober.

Sementara itu, luas es Antarktika mencatat rekor terendah kedua, 8 persen di bawah rata-rata. Perubahan ini tidak hanya mempengaruhi ekosistem kutub yang rapuh tetapi juga meningkatkan ancaman kenaikan permukaan laut.

Cuaca ekstrem juga semakin sering terjadi. Banjir besar di Eropa, termasuk Spanyol, menewaskan lebih dari 200 orang dan menghancurkan desa-desa, mencerminkan dampak nyata dari pemanasan global.

Kemenangan Trump dan Kekhawatiran Kebijakan Iklim

Situasi ini diperburuk oleh terpilihnya kembali Donald Trump sebagai Presiden AS, negara dengan emisi karbon terbesar secara historis. Trump sebelumnya telah menyebut isu perubahan iklim sebagai ‘hoax’ dan mengancam akan melonggarkan kebijakan pengendalian emisi. Kekhawatiran meningkat bahwa langkah ini dapat melemahkan upaya global mengatasi krisis iklim.

Konsentrasi Gas Rumah Kaca Memecahkan Rekor

Laporan dari Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) juga mengungkapkan bahwa konsentrasi karbon dioksida pada 2023 mencapai rekor tertinggi, naik lebih dari 10 persen dalam dua dekade terakhir.

Dr. Carlo Buontempo, Direktur C3S, menekankan bahwa pengurangan emisi adalah satu-satunya solusi efektif untuk mencegah dampak terburuk perubahan iklim. “Komitmen global harus diperkuat. Tanpa itu, kita hanya akan menyaksikan bencana yang lebih besar di masa depan,” katanya.

COP29: Momen Penting bagi Dunia

Dengan latar belakang krisis ini, Konferensi Perubahan Iklim COP29 di Baku, Azerbaijan menjadi pertemuan yang sangat krusial. Pemimpin dunia diharapkan diharapkan menetapkan langkah konkret untuk mempercepat pengurangan emisi dan mencegah kerusakan yang lebih parah pada planet ini.

Kesimpulannya, tahun 2024 bukan sekadar tahun terpanas, tetapi juga panggilan terakhir bagi dunia untuk bertindak sebelum terlambat.(*/JawaPos.com)

Page: 1 2

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos
Tags: CUACABMKG

Recent Posts

Gebyar Pajak 2026, Cara Pemprov Papua Dorong Warga Taat Bayar PajakGebyar Pajak 2026, Cara Pemprov Papua Dorong Warga Taat Bayar Pajak

Gebyar Pajak 2026, Cara Pemprov Papua Dorong Warga Taat Bayar Pajak

  Gebyar Pajak 2026 yang digelar di halaman Kantor Bapenda Papua, Kamis, 13 Agustus 2026,…

7 hours ago

Pimpinan OPD Wajib  Kawal Kehadiran ASN di Upacara HUT RI

  Menindaklanjuti arahan Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Daerah (Sekda)…

8 hours ago

Diduga Jadi Pengedar Ganja, Dua Pemuda Dibekuk  

Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Jayapura Kota menangkap dua pemuda berinisial J.W (18) M.P (18)…

8 hours ago

Ribuan Personel Siap Amankan HUT RI di Papua

   Ribuan personel tersebut terdiri dari unsur TNI, Polri, serta aparatur Pemerintah Daerah (Pemda) tingkat…

9 hours ago

Jhon Tabo: Pembangunan Kantor Gubernur Papeg Kewenangan Pusat

Gubernur Papua Pegunungan Dr. (HC) Jhon Tabo, SE, M.B.A menyatakan progres pembangunan kantor Gubernur Papua…

9 hours ago

Puncak HUT RI Dipusatkan Di Lapangan Trisila Hamadi

  Asep mengatakan, dalam pelaksanaan upacara tersebut, seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau Aparatur Sipil…

10 hours ago