Categories: NASIONAL

Masih Bermasalah, Pelantikan Dua Kepala Kampung Ditunda  

Drs. Daud Holenger, M.Pd (FOTO: Sulo/Cepos)

MERAUKE–Dua kepala kampung yang terpilih di Distrik Naukenjerai yakni Kampung Kuler dan Kampung Onggaya terpaksa pelantikannya ditunda karena dianggap masih ada persoalan, pro kontra terkait kemenangan dari calon kepala kampung di dua kampung tersebut.   

‘’Pelantikan 2 kepala kampung di Distrik Naukenjerai yakni Kuler dan Onggaya masih kita tunda karena masih bermasalah. Masih ada pro kontra terhadap kemenangan calon terpilih di kedua kampung itu, mereka mengatakan bahwa kemenangan tidak sah,’’kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung Kabupaten Merauke, Drs. Daud Holenger, M.Pd, ketika ditemui,  Senin (22/8).  

Daud Holenger menjelaskan, pihaknya  sudah menurunkan tim dari dinas PMK terkait dengan masalah tersebut. Namun tim yang melakukan pengecekan persoalan, masalahnya itu sebenarnya terkait dengan pro kontra dukung mendukung calon yang ada.

Salah satu calon misalnya, di Kampung Onggaya, Bamuskamnya ketika itu melaporkan bahwa yang bersangkutan  tidak menunjukan ijazah aslinya. Sudah ada surat dari sekolah maupun kepolisian yang  menyatakan bahwa ijazah calon tersebut terbakar.

‘’Untuk lebih baiknya ditangguhkan pelantikannya, sambil menggelar rapat bersama dengan masyarakat dan juga sudah ada pelantikan kepala distrik yang baru. Karena ini melibatkan panitia penyelenggara dan Bamuskam yang memiliki kewenangan mengusulan rapat terkait dengan pemilihan kepala kampung dan bahkan juga mengajukan untuk dipertimbangan,”katanya.

Pihaknya berharap dari Bamuskam dan distrik, agar masalah ini dapat diselesaikan dengan baik. Kalau tidak maka pemerintah daerah akan menunjuk pelaksana tugas dari staf distrik untuk tetap melaksanakan tugas kepala kampung sementara, sambil menunggu dilakukan pemilihan serentak lagi tahun 2024 mendatang. Atau yang bersangkutan bisa menempuh jalur hukum di pegadilan.

   Sementara di Kampung Kuler, lanjut dia, sampai saat ini sudah ditunjuk staf distrik sebagai pelaksana tugas kepala kampung. Ini karena calon yang kalah dalam pemilihan tidak mau mengalah dan saling menggugat.

‘’Belum ada itikad baik kedua belah pihak untuk menyelesaikan, sehingga pemerintah menangguhkan saja pelantikan,’’ungkapnya.

Karena itu, masalah di Kampung Kuler  tersebut bisa menjadi pembelajaran untuk kampung-kampung lokal lainnya guna memilih orang yang benar-benar bisa bertanggung jawab.

Karena menurutnya,  ada banyak persoalan di kampung yang memiliki masalah yang memang harus secara  buiaksana melihat persoalan dan mencari solusi untuk penyelesaikan masalah yang dihadapi kampung-kampung. ‘’Tapi kalau menyangkut masalah pribadi misalnya utang piutang, itu tidak bisa kita tolerir,’’ pungkasnya.  (ulo/tho)

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: MERAUKE

Recent Posts

Pangkogabwilhan Diminta Evaluasi Sistem Operasi di Papua

Mandenas menilai peristiwa tersebut berpotensi terjadi pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Jika korban mencakup perempuan…

12 hours ago

Target Sentuh Atap Langit, Temui Masjid Megah di Tepi Danau

Berada di tapal batas Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat dengan Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Puncak…

13 hours ago

Hitung-hitungan Dana Otsus Harus Sampai Akhir Tahun

Pelaksana Tugas Kepala Bapperida Papua, Muflih Musaad mengatakan penyusunan usulan dilakukan mengacu pada kriteria penggunaan…

19 hours ago

Pengelolaan Sagu Harus Bisa Berkelanjutan

Menurut Lunanka, penguatan budidaya menjadi langkah penting untuk memastikan ketersediaan sagu dalam jangka panjang, sekaligus…

20 hours ago

Papua Lepas 840 Calon Jemaah Haji

Menariknya, Aryoko juga meminta para jamaah untuk mendoakan Provinsi Papua, agar pembangunan di Papua bisa…

21 hours ago

Terapi Baru untuk Kanker Stadium Lanjut Kini Tersedia di Dalam Negeri

“Pendekatan CRS dan HIPEC merupakan terapi yang bersifat definitif pada kasus kanker dengan keterlibatan peritoneal.…

1 day ago