Sebelumnya, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan bahwa Selat Hormuz telah kembali ke “kondisi sebelumnya” di bawah kendali angkatan bersenjata Iran. Pernyataan tersebut merujuk pada masih berlangsungnya blokade yang melibatkan Amerika Serikat terhadap pelabuhan Iran. Dalam pernyataannya yang dikutip kantor berita Tasnim, IRGC menegaskan bahwa pengawasan ketat terhadap jalur perairan strategis tersebut akan terus dilakukan hingga kebebasan pelayaran menuju dan dari Iran dipulihkan sepenuhnya.
“Kendali atas Selat Hormuz telah kembali ke kondisi sebelumnya, dan jalur perairan strategis itu kini berada di bawah pengelolaan dan kendali ketat angkatan bersenjata,” demikian pernyataan komando gabungan IRGC. Situasi ini membuat aktivitas pelayaran di salah satu jalur distribusi energi terpenting dunia tersebut masih dibayangi ketidakpastian, termasuk bagi armada milik Indonesia. (*)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
"Atas nama Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional, dan pribadi, saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada…
Menurut Ketua YKKPM, Theo, kematian tiga warga sipil merupakan persoalan serius yang menyangkut hak hidup…
Pasalnya, saat kebakaran terjadi masyarakat dan pedagang yang berbelanja di pasar Mopah Baru tersebut belum…
Kapolsek Jayapura Utara AKP Yulianus Giay mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab…
Pembukaan palang dilakukan setelah Wali Kota Jayapura berdialog langsung dengan keluarga pemilik hak ulayat…
Pembukaan jalur vital ini dilakukan setelah seluruh proses pengerjaan utama, termasuk pengaspalan badan jalan…