Kondisi cuaca makin ekstrem karena adanya fenomena La-Nina lemah dan suhu muka laut yang hangat. Hal ini meningkatkan penguapan dan pertumbuhan awan hujan secara masif.
Tak hanya itu, adanya perbedaan tekanan udara yang signifikan antara Gushi (Tiongkok) dan Hongkong menandakan masuknya seruakan dingin dari Asia.
Ditambah dengan aktifnya gelombang atmosfer Madden-Julian Oscillation (MJO), risiko hujan lebat disertai petir dan angin kencang pun meningkat tajam.
Berikut adalah pembagian wilayah yang diprediksi terdampak cuaca ekstrem hingga 21 Desember 2025:
Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur.
Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT).
Sulawesi Selatan, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.
Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Kep. Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Lampung, DKI Jakarta.
Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Bali.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal otoritas kepolisian, pelaku melancarkan aksinya dengan skema yang terstruktur. Mereka menjanjikan…
Sebanyak 141 warga negara Indonesia (WNI) tercatat sedang menjalani proses hukum dan hukuman di Papua…
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Selatan dr. Benedicta C. H. Rahangiar menjelaskan, koordinasi penanganan KLB…
Dalam konferensi pers di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah Indonesia (Bakom) pada Rabu (24/6), JAM Pidsus…
Keputusan tersebut tidak datang begitu saja. Taufik diketahui sempat meminta saran kepada mantan atasannya, Dadang…
Laporan itu menjadi salah satu tuduhan paling serius yang pernah dilontarkan terhadap Israel sejak perang…