Kondisi cuaca makin ekstrem karena adanya fenomena La-Nina lemah dan suhu muka laut yang hangat. Hal ini meningkatkan penguapan dan pertumbuhan awan hujan secara masif.
Tak hanya itu, adanya perbedaan tekanan udara yang signifikan antara Gushi (Tiongkok) dan Hongkong menandakan masuknya seruakan dingin dari Asia.
Ditambah dengan aktifnya gelombang atmosfer Madden-Julian Oscillation (MJO), risiko hujan lebat disertai petir dan angin kencang pun meningkat tajam.
Berikut adalah pembagian wilayah yang diprediksi terdampak cuaca ekstrem hingga 21 Desember 2025:
Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur.
Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT).
Sulawesi Selatan, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.
Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Kep. Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Lampung, DKI Jakarta.
Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Bali.
Persiapan tersebut dilakukan sejak dini guna mengantisipasi meningkatnya permintaan masyarakat. Beberapa ritel yang telah menyiapkan…
Pemimpin Perum Bulog Kanwil Papua dan Papua Barat, Ahmad Mustari mengatakan stok beras yang dikelola…
Menurutnya, setiap hotel secara rutin menyampaikan laporan okupansi harian. Abdul Rajab menilai, menurunnya tingkat hunian…
Ia menjelaskan, nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Papua tahun 2025 atas dasar harga berlaku…
Kepala Seksi Layanan dan Kepesertaan TASPEN Kantor Cabang Jayapura, Chafrianty Badoa menjelaskan bahwa sebelum melakukan…
Di tingkat nasional, pemerataan layanan bedah jantung masih menjadi tantangan. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa…