Hasyim menambahkan tes kesehatan capres cawapres akan dimulai sejak pagi, karena akan menjalani berbagai pemeriksaan seperti mengambil darah hingga air seni.
Setelah itu, tim dokter akan menentukan hasil pemeriksaan kesehatan para pasangan capres cawapres. Pada tahap ini, tidak menutup kemungkinan para kandidat mengulang pemeriksaan jika hasil tes kesehatan kurang memenuhi syarat.
“Kami memahami, kami menyadari KPU kan tidak mempunyai kompetensi untuk menentukan itu (hasil tes kesehatan) yang punya kompetensi itu adalah tim pemeriksaan RSPAD,” tegas Hasyim.
Hasyim juga menanggapi potensi diadakannya tes psikologi bagi para capres cawapres. Menurutnya, tes psikologi dibutuhkan juga untuk menentukan kondisi kesehatan mereka secara jasmani dan rohani.
“Instrumen-instrumen untuk pemeriksaan dengan berbagai indikator maupun metode tertentu sudah ditentukan, untuk mengetahui kondisi para kandidat tersebut secara rohani dan jasmani dalam menjalankan tugasnya sebagai presiden dan wakil presiden,” pungkas Hasyim.
Pendaftaran bakal calon presiden dan wakil presiden dijadwalkan mulai 19 hingga 25 Oktober 2023 di kantor KPU Pusat.
Pendaftaran pada 19-24 Oktober akan dibuka mulai pukul 08.00-16.00 WIB, sedangkan pada tanggal 25 Oktober atau hari terakhir pendaftaran akan ditutup pada 23.59 WIB.(*)
Sumber: Jawapos
Page: 1 2
Tim Sapu Bersih Penyalahgunaan Migas Provinsi Papua menemukan sejumlah indikasi penyalahgunaan dalam penyaluran BBM bersubsidi…
Persipura bukan lawan yang bisa dipandang sebelah mata. Mutiara Hitam sebelumnya menjadi salah satu kandidat…
Pembatasan tersebut sejalan dengan Surat Edaran Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Nomor 19 Tahun 2026…
Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Dinas Kominfo Provinsi Papua, Thomas Sibi, menjelaskan bahwa…
Audiensi tersebut membahas sejumlah persoalan pertanahan yang terjadi di Papua, termasuk perkembangan penanganan…
Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kabupaten Keerom, Linus Pasarang, yang membuka kegiatan menegaskan pentingnya penguatan…