Categories: NASIONAL

WHO Mengutuk Keras Serangan Israel terhadap Rumah Sakit Al-Ahli Arab di Gaza

JAKARTA – Sebuah ledakan besar mengguncang rumah sakit Al-Ahli Arab di Kota Gaza, Selasa (17/10).

Ledakan yang disebabkan oleh serangan udara Israel tersebut menewaskan sekitar 500-800 orang Palestina, termasuk para pengungsi. World Health Organization (WHO) mengeluarkan pernyataan resmi melalui websitenya terkait serangan Israel terhadap rumah sakit Al-Ahli Arab di Gaza.

WHO mengutuk keras serangan itu karena rumah sakit tersebut masih beroperasi dengan banyak pasien, penyedia layanan kesehatan dan perawatan, serta para pengungsi yang berlindung di sana.

Rumah sakit Al-Ahli Arab merupakan salah satu dari 20 rumah sakit di utara Jalur Gaza yang menerima perintah evakuasi dari militer Israel.

Namun, perintah evakuasi tersebut tidak mungkin untuk dilaksanakan, mengingat ketidakamanan situasi saat ini.

Ditambah lagi dengan kondisi kritis yang dialami oleh banyak pasien, kurangnya ambulans, staf, kapasitas tempat tidur sistem kesehatan, serta tempat penampungan alternatif bagi mereka yang mengungsi.

WHO menyerukan perlindungan aktif segera terhadap warga sipil dan layanan kesehatan melalui pernyataan resmi tersebut.

Perintah evakuasi harus dibatalkan, hukum humaniter internasional, yang mencakup layanan kesehatan harus dilindungi secara aktif dan tidak akan pernah menjadi target, harus dipatuhi.

Beberapa hari terakhir, ratusan warga Palestina mengungsi di rumah sakit Al-Ahli Arab dan rumah sakit lain di Kota Gaza.

Mereka berharap akan terhindari dari pengeboman setelah Israel memerintahkan seluruh penduduk kota dan sekitarnya untuk mengungsi ke selatan Jalur Gaza.

Direktur rumah sakit Al-Ahli Arab, Mohammed Abu Selmia, mengatakan ambulans dan mobil pribadi membawa sekitar 350 korban ledakan al-Ahli ke rumah sakit utama di Kota Gaza, al-Shifa, yang sudah penuh dengan korban luka akibat serangan lainnya.

“Kami butuh peralatan, kami butuh obat-obatan, kami butuh tempat tidur, kami butuh anestesi, kami butuh segalanya,” katanya, dikutip JawaPos.com dari AP News.

Dia memperingatkan bahwa bahan bakar untuk generator rumah sakit juga akan habis dalam beberapa jam.

Sebelum kematian di rumah sakit al-Ahli Arab, serangan Israel di Gaza menewaskan sedikitnya 2.778 orang dan melukai 9.700 orang, hampir dua pertiga dari mereka yang tewas adalah anak-anak.

Sumber: AP News, who.int     |  Jawapos

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Dampak Konflik, Banyak Warga Mengungsi

Banyaknya pengungsi yang masuk ke tempat tersebut membuat Pemprov Papua Pegunungan sejak semalam berupaya untuk…

32 minutes ago

Sanksi Dinilai Sangat Berat, Persipura Ajukan Banding

Menurut BTM, manajemen berharap Komdis PSSI dapat melihat kronologi persoalan secara lebih jeli, bijaksana, dan…

2 hours ago

Bom Meledak di Halaman Gereja, Empat Warga Terluka

“Pada Minggu, 17 Mei 2026, di halaman Gereja St. Paulus Nabuni Mbamogo, Paroki Bilogai, telah…

3 hours ago

Total Sudah 74 Laporan dengan 15 Tersangka

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Cahyo Sukarnito mengatakan, dari total 41 orang yang diamankan,…

4 hours ago

Dituding Sebagai Dalang Konflik, Gubernur Tabo Bikin Laporan Polisi

Gubernur Papua Pegunungan memastikan telah membuat laporan polisi ke Polres Jayawijaya atas informasi hoaks yang…

5 hours ago

Hanya Tersisa Dua Guru, SD Kampung Wumuka Terancam Gagal Ujian

Jalannya Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah dasar (SD) di Kampung Wumuka, Distrik Mimika Barat…

6 hours ago