Categories: NASIONAL

Kapal Pertamina Belum Bebas dari Selat Hormuz

Kemlu Pastikan Tak terkait Isu Overflight Clearance

JAKARTA – Dua kapal tanker milik Pertamina masih tertahan di Teluk Persia, hampir tiga pekan sejak kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengklaim dapat sinyal positif dari Iran untuk melewati Selat Hormuz. Kapal Pertamina Pride dilaporkan berada di lepas pantai Al Jubail, Arab Saudi. Sedangkan kapal Gamsunoro tercatat berada di lepas pantai Dubai, Uni Emirat Arab.

Saat dikonfirmasi mengenai update pada Press Briefing Kemlu, Kamis (16/4), tak ada pernyataan terbaru yang disampaikan oleh para pejabat Kemlu. Juru Bicara II Kemlu Vahd Nabyl A. Mulachela mengatakan, saat ini, koordinasi intensif dengan seluruh pihak, baik itu dengan angkatan bersenjata Iran hingga Kemlu Iran terus dilakukan. Koordinasi ini dilakukan untuk menindaklanjuti sinyal positif yang telah disampaikan pemerintah Iran pada pertengahan Maret lalu terkait kapal Pertamina sebelumnya.

Sejalan dengan itu, Kemlu melalui KBRI Teheran juga terus melakukan pemantauan atas kondisi dua kapal Pertamina di Teluk. Pemantauan dilakukan untuk memastikan kesiapan teknis kapal. Sehingga, ketika izin diberikan maka kapal dapat langsung berlayar. “Termasuk (kesiapan) kru, asuransi, dan sebagainya, agar kedua kapal tersebut dapat melintas dengan lancar,” ungkapnya dalam temu media Kemlu, dikutip Jumat (17/4).

Pernyataan serupa sebetulnya telah disampaikan oleh Nabyl beberapa waktu lalu. Namun, dia juga tak memberikan jawaban pasti saat ditanya soal adanya kendala di lapangan hingga “sinyal positif” yang dimaksudkan belum juga berubah hijau.Di sisi lain, Nabyl juga menekankan bahwa Indonesia terus menggarisbawahi pentingnya menjaga Selat Hormuz sebagai kawasan yang aman, terbuka, dan dapat dilalui oleh pelayaran internasional. Yang tentunya, sesuai dengan hukum internasional.

“Indonesia turut menolak segala bentuk ancaman terhadap kapal niaga dan menegaskan bahwa keselamatan pelaut harus menjadi prioritas tertinggi bagi semua pihak,” tegasnya. Senada, Juru Bicara I Kemlu Yvonne Mewengkang menegaskan bahwa proses perizinan terus berjalan. Koordinasi erat antara Kemlu, KBRI Teheran, dan Pertamina terus dilakukan.

Page: 1 2

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Pemprov Papua Siapkan Mudik Gratis Nataru

   Selain program mudik gratis, Mathius mengatakan Pemprov Papua juga menyiapkan subsidi transportasi laut sebagai…

15 hours ago

Presiden Harus Bersikap Setelah Gereja Beri Sinyal

Komisi 1 DPR Papua menilai langkah sejumlah denominasi gereja di Tanah Papua yang membentuk wadah…

16 hours ago

Bangunan Pasar di Perbatasan RI-PNG Mulai Rusak, PAD Tak Maksimal

   Menurutnya, pasar dengan sekitar 200 kios tersebut memiliki potensi ekonomi besar. Ia mendapat informasi…

16 hours ago

Prabowo Persilakan KPK Periksa Menterinya

Presiden Prabowo Subianto memastikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dapat mengusut hingga melakukan penindakan terhadap menteri…

17 hours ago

Selesaikan Konflik, Pimpinan Daerah Diminta Rangkul Semua Pihak

Menurutnya, dengan lahirnya undang-undang nomor 15 Tahun 2022 terkait dengan DOB semestinya Gubernur pimpin barisan…

17 hours ago

Uncen Berduka, Jangan Ada Palang Memalang

Suasana duka yang lagi menyelimuti Universitas Cenderawasih haruslah tercermin dari sikap dan perbuatan. Apalagi yang…

18 hours ago