Categories: NASIONAL

Pengamat Ragukan Klaim ULMWP

JAYAPURA-Ketua Umum DPP Barisan Merah Putih RI, Yonas Nusi mengaku, geli dengan pemberitaan ULMWP yang mengklaim mendapat dukungan dari negara Eropa. Menurutnya, ini hanya pernyataan yang dianggap biasa saja  hanya untuk mencari sensasi serta simpatik publik di Papua. “Bicara tentang sebuah negara tidak semudah itu. Jadi jangan mengembuskan sesuatu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Dari dulu juga bicaranya begitu. Untuk itu, masyarakat untuk tidak terprovokasi dan siapa yang bicara tentang agenda-agenda Papua di Perserikatan Bangsa-Bangsa harus bisa mempertanggungjawabkan,” ungkapnya, Kamis (17/2). “NKRI sudah final. Jadi kalau ada  yang dibicarakan kelompok ini memang dari dulu seperti ini secara terus menerus tidak ada yang berlebihan. Tidak ada yang baru dalam sejarah perjuangan, yang mereka gencarkan untuk mengkotak-kotakkan rakyat di negeri ini,” sambungnya. Yonas Nusi menyebutkan, saat ini sedang gencar-gencarnya pemerintah berkonsentrasi untuk membangun Papua, namun sayangnya rakyat Papua sering dibohongi terkait politik. Akibatnya pembangunan terbiarkan dan masyarakat terlantar di tanah sendiri. Karena sampai hari ini masyarakat Papua masih saja digiring untuk bicara politik dan kesempatan yang baik ini diambil oleh kelompok ini yang menjadi kekurangan saat ini. “Karena masih terbuai, hanyut komunikasi politik yang hanya menyesatkan kita sendiri. Saya juga sangat prihatin dengan kondisi ini. Saya sudah baca di media dan medsos, saya bilang kita gencar sekali membicarakan sesuatu yang faktanya itu kita tidak tahu kebenarannya. Di mana dan siapa bisa pertanggungjawabkan ini dengan baik,” sesalnya. Menurutnya, sosok Beny Wenda sudah terkenal melakukan adu domba di luar sana supaya mendapat simpatik dan ini mengacaukan pikiran rakyat Papua. “Mari kita berdoa minta rahmat kepada Tuhan dan mari kita bekerja dengan baik di tanah kita. Tidak ada seorang pun yang dapat merubah orang Papua, hanya orang Papua sendiri dan ini merupakan anugerah Tuhan untuk kita bisa berkarya dan berbakti diri kita dan rakyat ini,”ucapnya. Ditegaskan, setiap warga negara yang hidup di wilayah NKRI wajib hukumnya bicara membela rakyatnya dan membela dirinya sendiri di atas tanah ini. “Tak ada pro dan kontra di sini. Setiap warga negara berkewajiban bicara tentang hak hidupnya dengan baik di atas tanah ini dan harus diubah sekarang sudut pandang. Karena apa yang dilakukan bisa jadi provokasi kepada rakyat, padahal sesama anak bangsa,” tambahnya.(ade/dil/nat)
newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: PAPUA

Recent Posts

Target Tahun 2028, Matangkan Persiapan dari Administrasi, Regulasi hingga Anggaran

Kewenangan pengelolaan sekolah SMA/K di Papua seolah seperti permainan ping pong, antara pemerintah kabupaten/kota dengan…

5 hours ago

Rawan Cerai, Anak Muda Jangan Buru-buru Menikah

Pernyataan ini menekankan bahwa pernikahan bukan sekadar ikatan formal atau pemenuhan tradisi, melainkan komitmen jangka…

6 hours ago

Jelang Kunjungan Mendagri Kabupaten Jayapura Benahi Wajah Daerah

Dalam arahannya, Haris Yocku meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) bergerak cepat melakukan penataan kawasan…

10 hours ago

Warga Diminta Kesadaran Bayar Retribusi Sampah

Untuk mendukung operasional pengangkutan sampah tersebut, pemerintah menetapkan biaya retribusi. Pares menekankan bahwa nilai nominal…

11 hours ago

Temukan Kecurangan Distribusi BBM, Warga Diminta Lapor

rea Manager Communication Relations and CSR Papua Maluku Ispiani Abbas mengimbau masyarakat untuk turut berperan…

12 hours ago

Kebobolan, Sejumlah Tahanan Lapas Abepura Kabur

Pengamanan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Abepura, Kota Jayapura, kecolongan. Enam orang tahanan kasus…

13 hours ago