

Warga Palestina mengantri untuk membeli roti di Khan Younis, Jalur Gaza (9/11/2023). (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
HAMPIR seluruh penduduk Gaza berisiko mengalami kelaparan, kecuali pengiriman bahan bakar kembali diizinkan dan terjadi pengiriman bantuan pangan yang pesat.
Dilansir dari Arab News pada Jumat (17/11), peringatan tersebut disampaikan oleh seorang pejabat dari Program Pangan Dunia (WFP) PBB pada hari Kamis (16/11).
PBB mengatakan 2,2 juta warga Palestina di wilayah Gaza saat ini membutuhkan bantuan makanan untuk dapat bertahan hidup.
WFP menyebutkan bahwa musim dingin yang semakin dekat dan tempat penampungan yang tidak aman dan penuh sesak, serta kekurangan air bersih, maka masyarakat akan menghadapi kemungkinan musibah kelaparan.
“Runtuhnya rantai pasokan makanan adalah titik balik yang membawa bencana dalam situasi yang mengerikan. Gaza bukanlah tempat yang mudah untuk ditinggali sebelum tanggal (7/11), dan jika situasinya lebih baik sebelum konflik ini, maka kondisinya kini menjadi bencana,” kata Abeer Etefa, pejabat senior WFP untuk kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara.
Warga Palestina di Jalur Gaza semakin putus asa dalam upaya mereka untuk mendapatkan roti dan pasokan makanan penting lainnya. Kasus dehidrasi dan kekurangan gizi meningkat dengan cepat dari hari ke hari.
Page: 1 2
Takuya rencananya akan dipinjamkan ke salah satu kontestan Liga 2. Artinya Persipura mencari pengganti gelandang…
Gelandang Persipura Jayapura, Bima Ragil, dipastikan bertahan dan kembali membela tim untuk musim kompetisi Liga…
Seluruh pihak harus bersama-sama mendorong lahirnya generasi muda yang bangga terhadap identitas dan warisan…
Kepala Komnas HAM Perwakilan Papua, Frits Ramandey, menegaskan tindakan menghilangkan nyawa seseorang secara sengaja merupakan…
Mewakili Rektor Uncen, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Uncen, Dr. Septinus Saa, S.Sos, M.Si.,…
Evakuasi dua korban tewas—pasangan suami istri bernama Yentinus Kogoya dan Pam Wendakme—diwarnai kontak tembak antara…