

(L to R) Indonesia President Joko Widodo, US President Joe Biden and European Commission President Ursula von der Leyen hold an event on the Partnership for Global Infrastructure and Investment on the sidelines of the G20 Summit in Nusa Dua on the Indonesian resort island of Bali on November 15, 2022. (Photo by SAUL LOEB / AFP)
JAKARTA – Pelaksaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang berlangsung di Bali mendapat modal penting dari publik di tanah air. Berdasarkan survei yang dilakukan Indikator Politik Indonesia, mayoritas masyarakat meyakini pelaksanaan G20 akan memberikan dampak positif bagi kepentingan nasional.
Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia Kennedy Muslim mengatakan, dari sisi pengatahuan, yang mengetahui Indonesia menjadi tuan rumah relatif rendah atau di bawah 50 persen. Di mana pengetahuan terhadap agenda tersebut lebih didominasi kalangan yang melek informasi. Seperti masyarakat perkotaan, laki-laki, hingga masyarakat menengah atas.
Namun dari masyarakat yang tahu, lanjut Kennedy, mayoritas memberikan suara yang positif. “Mayoritas warga yang tahu KTT G20 cukup percaya bahwa Presidensi G20 saat ini akan memberi dampak positif,” ujarnya dalam paparan survei, kemarin (15/11).
Dalam surveinya, Indikator membagi dalam sejumlah sektor. Pada dampak ekonomi nasional, 73,6 persen percaya G20 bisa membantu upaya pemulihan. Terdiri 55,4 persen yang cukup percaya dan 18,2 sangat percaya.
Kemudian dari sektor pertumbuhan investasi, data Indikator juga menunjukkan 83,4 persen responden meyakini KTT G20 akan memperkenalkan Indonesia. Terbagi dalam 53,1 persen cukup percaya dan 30,3 persen sangat percaya.
“Indonesia akan semakin dikenal oleh dunia sehingga semakin menarik minat investasi bagi dunia internasional,” jelasnya.
Tak hanya itu, publik juga meyakini KTT G20 yang digelar di Indonesia akan meningkatkan posisi Indonesia dalam konstelasi geopolitik dunia. Jika berhasil, penyelenggaraan KTT G20 akan memperkuat pengaruh Indonesia dalam hubungan negara-negara di dunia.
“Sekitar 53 persen cukup percaya, dan bahkan sekitar 34.4 persen lainnya sangat percaya, total sekitar 87.4 persen percaya,” ungkapnya.
Kennedy menjelaskan, berbagai respon positif dari publik sangat penting. Dari sisi pelaksanaan, dukungan publik bisa menambah kepercayaan diri pihak keamanan dalam menjalankan tugasnya selama perhelatan berlangsung.
Meski demikian, tingginya ekspektasi publik harus diimbangi dengan mengawal pelaksaannya. “Serta menjaga dan merealisasikan optimisme warga yang sangat tinggi,” kata Kennedy. (far)
Jelasnya praktik kekerasan berbasis gender, kekerasan seksual, serta diskriminasi struktural maupun kultural dialami perempuan Papua…
Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Papua Selatan, Paino ditemui media ini disela-sela pembahasan…
Petrus Assem menjelaskan, penanaman tebu di Merauke tersebut untuk industry gula dengan produk turunannya bioethanol…
Di tengah desakan kelompok warga yang menuntut pengukuhan lembaga adat, Bupati Mimika Johannes Rettob memilih…
al ini disampaikan langsung Direktur Eksekutif ALDP, Latifah Anum Siregar kepada Cenderawasih Pos melalui keterangan…
Perum Bulog Kantor Cabang (KC) Timika mulai mematangkan persiapan penyaluran bantuan pangan berupa beras dan…