Categories: NASIONAL

Bocah 7 Tahun Alami Tindak Kekerasan hingga Bernasib Tragis

JAKARTA – Tindak kekerasan, perlakuan kejam dan sadis terpaksa harus dialami seorang bocah berusia 7 tahun. Bocah malang berinisial DN ini, dikabarkan mengalami berbagai tindak kekerasan yang dilakukan oleh ayahnya.

Akibat tindakan JA (37) yang tak pantas disebut ayah ini, DN mengalami patah tulang, luka lebam dibagian paha dan beberapa bagian tubuh lainnya.

Kondisi yang memprihatinkan tersebut, juga dikabarkan membuat korban mengalami kekurangan gizi dan penurunan berat badan yang sangat drastis.

Dilansir dari Pojoksatu.id, Minggu (15/10), DN merupakan warga Kelurahan Buring, Kecamatan Kedungkandang, Jawa Timur, telah dibawa ke RSUD Dr. Saiful Anwar (RSSA) Malang pada Rabu (11/10) siang.

Peristiwa nahas yang dialami DN, terungkap usai Ketua RW melaporkan tindakan JA kepada anggota Bhabinkamtibmas, Senin malam (9/10).

Hingga Selasa siang (10/10), pelaku JA akhirnya diamankan Polres Malang Kota, akibat ulahnya yang menganiaya anaknya.

Sementara itu Pihak Kelurahan Buring yang mengetahui kabar tersebut kemudian melaporkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Malang Kota.

“Setelah itu kami amankan ayahnya yang berinisial JA pada Selasa siang 10 Oktober,” jelas Kasat Reskrim Polres Malang Kompol Danang Yudanto.

Menurut Danang ia belum mengetahui motif dari tindak kekerasan yang dilakukan JA kepada DN, lantaran masih menunggu hasil pemeriksaan.

Lalu, pihaknya juga mendapatkan temuan bahwa sang korban mengalami beberapa patah tulang yang tidak Danang rincikan bagian mana yang patah.

Adapun korban kini tengah berada di bawah pendampingan Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB) Kota Malang.

Sebagaimana Kepala Dinsos-P3AP2KB Kota Malang, yakni Donny Sandito memastikan pihaknya langsung bergerak setelah mendapat laporan tersebut.

Evakuasi terhadap DN bersama sejumlah pihak, seperti babinsa, polisi, dan perangkat setempat langsung dilakukan.

”Ke depannya kami akan melakukan asesmen terkait kebutuhan korban,” kata Donny.

Sedangkan pihak Kasubbag Hukum, Humas, dan Pemasaran RSSA Malang Donny, Iryan, dan Vebry Prasetyo memastikan bila DN sudah mendapat tindakan medis.

“Indikasi awalnya karena tindak kekerasan,” kata dia.

Selain tindakan kekerasan yang diderita, korban juga alami kondisi kurang gizi. Hingga saat ini DN ditangani oleh ahli gizi. Tak hanya itu, pihak dari psikolog juga yang turun untuk memeriksa kondisi psikologisnya.

Baik polisi dan pemkot, kasus tersebut juga mendapat atensi khusus dari Yayasan Anak Bangsa.

Ketua Yayasan Anak Bangsa Yuning Kartikasari menjelaskan, awalnya pihaknya mendapat laporan dari seseorang mengenai perilaku JA terhadap DN.***

Editor: Novia Tri Astuti

Sumber: pojoksatu.id.  | Jawapos

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Satgas BBM Perkuat Pengawasan BBM Bersubsidi

     Pengawasan dilakukan dengan melibatkan sejumlah instansi terkait, termasuk Pertamina dan Dinas Energi dan…

22 minutes ago

TNI-Polri Petakan Daerah Rawan dan Perkuat Pengamanan di Papua

Menyikapi potensi gangguan keamanan jelang hari kemerdekaan. Pengamanan ketat akan diberlakukan secara menyeluruh, mencakup wilayah…

1 hour ago

Danrem Ingatkan Masyarakat Papsel Tidak Terprovokasi di Medsos

Danrem 174/Anim Ti Waninggap Brigjen TNI Mustakim, mengingatkan masyarakat Papua Selatan agar lebih bijak menyikapi…

2 hours ago

Hadirkan Aplikasi AMAN, Tapi Masih Butuh Sosialisasi ke Guru, Orang Tua Hingga Murid

  Kemenag kini menghadirkan aplikasi AMAN, aplikasi ini  bukan sekadar portal pengaduan biasa. Platform resmi…

3 hours ago

SPPG Polres Keerom Raih Dua Prestasi Lomba SPPG Polri 2026

Dalam lomba terdapat tiga kategori yang diperlombakan, yakni Tata Kelola SPPG Polri, Inovasi Kepala SPPG…

6 hours ago

Letkol Inf Elson Dwi S Jabat Danyonif 751/VJS, Siap Lanjutkan Program Satuan

Pangdam mengatakan serah terima jabatan di lingkungan TNI Angkatan Darat merupakan bagian dari proses pembinaan…

7 hours ago