

Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor saat memberikan arahan kepada pekerja PT Petrokimia dan smelter pengolahan konsentrat tembaga PT Smelting Gresik, Jawa Timur, Senin (5/2). (Kemnaker untuk JawaPos.com)
JAKARTA – Pemerintah Jepang berencana menghapus sistem pelatihan magang teknis di Jepang. Rencananya, sistem pelatihan magang yang sudah ada sejak 1993 itu diganti dengan membentuk sistem kerja pembangunan yang baru.
Mengutip NHK, keputusan peninjauan sistem pelatihan magang didasarkan pada laporan akhir dari para ahli. Menurut rencana, masa transisi dari sistem pelatihan pemagangan ke sistem baru akan diberlakukan selama tiga tahun.
Dalam sistem baru, jenis pekerjaan yang diterima akan dibatasi pada bidang dengan sistem keterampilan yang dibutuhkan dan yang memerlukan pengetahuan khusus seperti perawatan, konstruksi, dan pertanian. Namun, akan tetap dipertimbangkan adanya penambahan jenis pekerjaan lain di bidang tersebut.
Selain itu, dengan sistem baru nanti, pekerja asing akan lebih mudah berpindah tempat kerja. Pekerja bisa berpindah 1–2 tahun dari perusahaannya.
Di sisi lain, diharapkan semakin banyak orang asing yang memperoleh izin tinggal permanen melalui sistem baru. ”Saya ingin berupaya menciptakan lingkungan yang baik sehingga sumber daya manusia asing yang ada di Jepang bisa bekerja dengan baik,” tutur PM Fumio Kishida.
Dikonfirmasi terpisah, Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor mengamini adanya perubahan itu. Pihaknya terus mengikuti rencana perubahan sistem pemagangan yang sudah berjalan 30 tahun tersebut.
”Pihak Jepang juga aktif meminta masukan dari Indonesia terkait sistem baru yang akan diimplementasikan pada tahun 2027 itu,” tuturnya kepada Jawa Pos kemarin (12/3).(mia/c17/fal)
Selain capaian akademik, pihak sekolah juga mencatat tingkat retensi siswa yang sempurna. Hingga saat…
Kunjungan Menteri Dalam Negeri ke Kampung Mosso dilakukan untuk meninjau langsung pelaksanaan program yang…
Mendagri Tito Karnavian mengungkapkan bahwa kawasan Dok IX Tanjung Ria masih membutuhkan perhatian serius…
Bima Arya menilai penanganan kawasan Sungai Anafre tidak cukup hanya melalui kegiatan pembersihan rutin.…
Menteri Dalam Negeri menyoroti masih tingginya angka masyarakat di Papua yang belum memiliki rumah maupun…
Situasi tersebut membuat laga ini menjadi sangat krusial. Brasil hanya membutuhkan hasil imbang untuk menjaga…