Categories: NASIONAL

Fakta-Fakta Banjir di China yang Bikin Takjub

JAKARTA-Banjir besar yang melanda wilayah selatan China akibat cuaca ekstrem memicu perhatian dunia. Selain menewaskan sedikitnya 39 orang, bencana ini juga menghadirkan sejumlah fakta mengejutkan. Mulai dari penggunaan teknologi penyelamatan canggih hingga ribuan ular berbisa yang lepas ke permukiman warga.

Banjir terjadi setelah Badai Tropis Maysak membawa hujan deras yang menyebabkan sungai meluap dan sejumlah wilayah di Guangxi terendam. Pemerintah China mengerahkan sekitar 8.000 personel untuk operasi darurat dan menyelamatkan sekitar 130.000 warga terdampak. Berikut ini sejumlah fakta yang terjadi di balik banjir yang melanda di Desa Hengzhou, Daerah Otonomi Guangxi Zhuang di China Selatan.

Jembatan Apung “Bahtera Nuh” Selamatkan 6.000 Warga. Salah satu momen yang menjadi sorotan adalah penggunaan jembatan ponton raksasa yang disebut media China sebagai “Bahtera Nuh modern”. Peralatan milik Anneng Construction Group itu dapat mengapung, dilipat, dan disambungkan menjadi feri darurat. Kapasitasnya mencapai 500 orang dalam satu perjalanan.Di Guigang, Guangxi, jembatan apung tersebut digunakan untuk mengevakuasi sekitar 6.000 warga yang terjebak akibat banjir besar.

Selain kendaraan darat dan perahu penyelamat, China juga mengerahkan teknologi udara. Drone pengangkut berkapasitas sekitar 100 kilogram digunakan untuk menyelamatkan warga yang terjebak di atap rumah. Pesawat nirawak Wing Loong juga difungsikan sebagai stasiun komunikasi udara untuk membantu wilayah yang kehilangan jaringan telekomunikasi. Teknologi drone menjadi bagian penting dalam operasi tanggap darurat untuk mempercepat penyelamatan sekaligus mengurangi risiko bagi petugas.

Pemadaman listrik akibat banjir membuat pemilik kendaraan energi baru atau NEV (New Energy Vehicle) ikut membantu warga. Melalui teknologi Vehicle-to-Load (V2L), mobil listrik dapat mengalirkan listrik untuk mengisi daya ponsel dan perangkat elektronik.Sejumlah pemilik mobil listrik BYD bahkan membentuk konvoi sukarelawan untuk mengirim bantuan sekaligus menyediakan listrik bagi masyarakat terdampak.

Sebanyak 900 ular dilaporkan kabur dari sebuah peternakan di Desa Hengzhou, Daerah Otonomi Guangxi Zhuang, China Selatan, setelah bangunan peternakan rusak akibat terjangan banjir bandang. Ratusan ular, termasuk jenis kobra berbisa, kemudian berkeliaran dan memicu kepanikan warga. Sejumlah warga bahkan dilaporkan mengalami gigitan ular akibat kemunculan hewan berbahaya tersebut. Pemerintah setempat telah mengerahkan tim penyelamat untuk menangani situasi. Warga diminta meningkatkan kewaspadaan dan menghindari kontak langsung dengan ular yang masih berkeliaran.

Banjir juga menghantam Kebun Binatang Guigang. Air yang naik hingga lebih dari dua meter membuat sejumlah hewan terancam. Pengelola mengunci singa, beruang, dan serigala untuk mencegah hewan berbahaya lepas.Namun, lebih dari 100 hewan lain dilaporkan hilang, termasuk zebra, kuda poni, burung unta, alpaka, dan merak. Selain itu, lebih dari 16.000 babi dilaporkan hanyut akibat banjir. (*/KALTIMPOST.ID,)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

 UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Kejari Mimika Eksekusi Rp5,4 Miliar Uang Pengganti Korupsi Proyek Aerosport 

Kejaksaan Negeri Mimika mengeksekusi barang bukti uang tunai sebesar Rp5,43 miliar dari terpidana kasus korupsi…

5 hours ago

Operator Bulldozer Tewas dalam Kecelakaan Kerja di Jagebob

Kecelakaan kerja terjadi di areal perkebunan PT Murni Nusantara Mandiri (MNM), tepatnya di Blok 006–012…

6 hours ago

Seorang Pria Ditemukan Tak Bernyawa di Kompleks Barak Penerangan 

Warga kompleks barak penerangan, Jalan Bhayangkara, Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, dikejutkan dengan penemuan jenazah seorang…

7 hours ago

Jalan Yongsu Sapari Jadi Salah Satu Proyek Infrastruktur Besar 2026

Pemerintah Kabupaten Jayapura terus mendorong pembangunan infrastruktur sebagai salah satu prioritas pembangunan daerah. Salah satunya…

8 hours ago

Bupati Keerom Tegaskan Tidak Boleh Ada Sekolah Kekurangan Guru

Bupati Keerom, Piter Gusbager dengan tegas memastikan tidak ada lagi sekolah di Kabupaten Keerom yang…

10 hours ago

Produksi Petani Lokal Berkurang Turut Pengaruhi Inflasi Daerah

Bupati Jayawijaya Atenius Murib, SH, MH menyatakan koordinasi dan sinergi antara lembaga ini, diperlukan untuk…

11 hours ago