Menurutnya, setiap langkah diplomasi Indonesia tetap harus berorientasi pada kepentingan nasional. “Kita mau menyelesaikan konflik di Semenanjung Korea, kita bisa menggunakan siklus ini. Melalui langkah diplomasi tersebut, kepentingan nasional kita juga diuntungkan,” paparnya.Lebih lanjut, Hasto mendorong agar Presiden Prabowo menginisiasi konferensi internasional baru yang dipersiapkan secara matang seperti saat Indonesia menyelenggarakan Konferensi Asia-Afrika pada 1955.
Forum tersebut, kata dia, dapat menjadi semacam “KAA Plus” yang diprakarsai Indonesia untuk membantu memediasi konflik Timur Tengah. Ia pun menegaskan, keberhasilan diplomasi era Bung Karno tidak lepas dari kesiapan teknis yang detail dan terencana, yang disebutnya sebagai the art of diplomacy. “Bagaimana konferensi tersebut direncanakan secara detail. Bung Karno dulu merencanakan KAA dengan sangat matang, melibatkan semua elemen termasuk mahasiswa untuk melayani delegasi dengan hormat. Itu adalah bagian dari the art of diplomacy kita,” pungkasnya.(*/JawaPos.com)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Menurut dia, jika konektivitas darat dan laut berjalan bersamaan maka masyarakat akan memperoleh manfaat yang…
Wakil Ketua I DPR Kota Jayapura, Max Karubaba, menegaskan bahwa pelayanan pertanahan merupakan hak mendasar…
Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Merauke mengamankan seorang pria berumur 44 tahun berinisial FB atas…
Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, melalui Staf Ahli Wali Kota, Sem Stenly Merauje,…
Kapolres Merauke AKBP Leonardo Yoga, SIK, dikonfirmasi menjelaskan, peristiwa bermula ketika seorang pria diduga melakukan…
Pemandangan elok pesisir Pantai Hamadi, Kota Jayapura, kini tertutup oleh fenomena material laut dan limbah…