

Ilustrasi kapal tanker di Selat Hormuz. (Hum English)
JAKARTA – Militer Iran mengumumkan Selat Hormuz ditutup sepenuhnya untuk aktivitas pelayaran. Hal ini menyusul meningkatkan ketegangan dan permusuhan di kawasan antara Teheran dan Washington. Dilansir dari Antara, Kamis (11/6), melalui siaran televisi nasional Iran, Markas Besar Khatam Al-Anbiya mengatakan, jalur laut yang strategis tersebut ditutup untuk semua kapal, termasuk kapal tanker dan kapal dagang, karena apa yang mereka sebut sebagai ketidakamanan di kawasan.
Militer Iran memperingatkan bahwa “pergerakan apapun” di Selat Hormuz akan menjadi sasaran tembak. Keputusan tersebut dibuat menyusul berlanjutnya “agresi Amerika” serta serangan Amerika Serikat baru-baru ini terhadap Provinsi Hormozgan di Iran selatan. Markas Besar Khatam Al-Anbiya juga membantah klaim AS bahwa kapal-kapal masih bisa melintasi Selat Hormuz.
Adapun sebelumnya media Iran melaporkan terjadinya ledakan, aktivasi sistem pertahanan udara, dan serangan udara di sejumlah titik di Iran selatan, termasuk Bandar Abbas, Minab, Jask, Qeshm, dan Sirik. Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan bahwa pasukan AS telah melancarkan serangan “membela diri” tambahan terhadap target-target di Iran.
Iran akan menganggap setiap kapal yang mendekati Selat Hormuz sebagai pihak yang berkolaborasi dengan musuh. Ihwal hal ini ditegaskan Angkatan Laut Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC). “Kami memperingatkan bahwa tidak ada kapal yang boleh meninggalkan pelabuhan di Teluk Persia maupun Teluk Oman. Mendekati Selat Hormuz akan dianggap sebagai bentuk kolaborasi dengan musuh,” kata IRGC dalam pernyataannya yang dikutip kantor berita Iran, Fars, Kamis (11/6).
Page: 1 2
Program strategis yang didanai melalui skema Otonomi Khusus (Otsus) ini dihadirkan untuk menjamin pemerataan…
Ia menyebut, ketika terjadi kebakaran di wilayah Jayapura Utara, mobil pemadam membutuhkan waktu sekitar…
Menurut Abisai, lingkungan pendidikan harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi siswa untuk…
Pernyataan ini dikeluarkan menanggapi aksi demonstrasi yang berlangsung pada, 7 September 2026 yang dipimpin…
Rektor Universitas Terbuka, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si., menyampaikan apresiasi tinggi atas keberhasilan…
Salah satu langkah yang dilakukan yakni melalui Bimbingan Teknis Sertifikasi Kelayakan Pengolahan (SKP) bagi…