Sementara itu, hanya tujuh zona musim atau sekitar 0,68 persen wilayah Indonesia yang diprediksi mengalami curah hujan di atas normal akibat pengaruh topografi lokal, yakni sebagian Bengkulu, Gorontalo, dan sebagian kecil Nusa Tenggara Timur. WMO memperingatkan El Nino kali ini berpotensi menjadi salah satu yang terkuat dalam sejarah modern. Fenomena tersebut diperkirakan memengaruhi pola cuaca global hingga musim dingin mendatang dengan risiko gelombang panas ekstrem, banjir di sejumlah wilayah dunia, kekeringan berkepanjangan, hingga terganggunya ketahanan pangan.
Menghadapi potensi tersebut, BMKG mengimbau pemerintah daerah, sektor pertanian, pengelola sumber daya air, dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan sejak dini. Langkah mitigasi diperlukan guna mengantisipasi berkurangnya cadangan air, menurunnya produktivitas pertanian, meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan, serta potensi gangguan pasokan pangan akibat cuaca ekstrem.
Dengan peluang El Nino mencapai hampir 100 persen dan berpotensi berlangsung hingga awal 2027, Indonesia memasuki periode yang membutuhkan kewaspadaan tinggi dari seluruh sektor agar dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan dapat diminimalkan. (*)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Pemerintah Provinsi Papua menyiapkan surat edaran gubernur yang baru untuk memperkuat pengawasan masuknya telur antarpulau…
Kondisi itu memicu kekecewaan Panja Pelayanan Publik DPRK Kota Jayapura. Bahkan, panja menilai ketidakhadiran…
Natirmalus menjelaskan, pada Bidang Bina Marga realisasi fisik telah mencapai 68,63 persen, sedangkan realisasi…
Kegiatan yang melibatkan personel gabungan dari DLHK, Polsek Jayapura Selatan, Satuan Polisi Pamong Praja…
DPR Papua memberi deadline atau batas waktu selama satu pekan kepada PT Pertamina Patra Niaga…
Bunda PAUD Kota Jayapura, Nerlince Wamuar Rollo, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Jayapura, Balai…