Di akhir tausiyah, penceramah juga mengajak umat Islam untuk melantunkan niat puasa Ramadan. Niat menjadi rukun utama yang membedakan antara ibadah dan kebiasaan. Tanpa niat, puasa tidak sah. Oleh karena itu, niat yang dilakukan pada malam hari sebelum fajar menjadi penentu sahnya ibadah puasa pada keesokan harinya. Memahami berbagai hal-hal yang membatalkan puasa Ramadan menjadi bagian dari ikhtiar menjaga kualitas ibadah. Ramadan bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi momentum memperbaiki diri dan meningkatkan ketakwaan.
Dengan bekal ilmu yang benar, umat Islam diharapkan mampu menjalankan puasa secara optimal, menghindari perkara yang membatalkan, serta meraih pahala berlipat ganda sebagaimana dijanjikan Allah SWT. (*)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
-Regulasi Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) di tingkat kampung di Papua belum merata. Dari 1.029…
Penggunaan kembali prasarana penyeberangan ini disambut dengan rasa lega yang mendalam oleh masyarakat Abepura,…
Langkah ini menyusul keberhasilan evakuasi salah seorang korban selamat, Demerina Uamang (23), yang sempat diamankan…
Ketua HONAI, Pdt. Andrikus Mofu, menegaskan gereja tidak ingin masyarakat terus menjadi korban kekerasan, kehilangan…
Ia ditemukan tewas dengan kondisi terbakar bersama mobilnya. Yang bikin heboh adalah, sebelum dieksekusi, ia…
Kepala Komnas HAM Papua, Frits Ramandey menduga aksi yang berlangsung di sejumlah daerah tersebut tidak…