Sementara, Pengamat Terorisme M. Syauqillah menyoroti pergeseran bahaya konflik ke ruang digital yang memicu polarisasi masyarakat. Sentimen publik terpecah ke dalam berbagai narasi, mulai dari ajakan jihad, khilafah, isu akhir zaman, hingga polarisasi pro dan anti-Syiah.
Ancaman menjadi semakin nyata apabila kelompok teror mengeksploitasi secara massif sentimen tersebut . Lebih jauh lagi, memanasnya tensi konflik di media sosial turut memperbesar risiko munculnya lone actor atau pelaku teror tunggal yang teradikalisasi secara mandiri. Menghadapi potensi penyebaran propaganda ideologis di media sosial dan dampak ke ekonomi sosial.
“Strategi mitigasi yang komprehensif harus disiapkan untuk merespons dampak keamanan, politik, ekonomi dan fragmentasi sosial dengan mempertimbangkan level, mulai dari level rendah, moderat, tinggi, hingga ekstrem,” pungkasnya. (*/JawaPos.com)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
BUMD milik Pemprov Papua, PT Irian Bhakti Papua (Perseroda) terus mengoptimalkan aset perusahaan yang tersebar…
Abisai menilai keberadaan petani memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan dan ketersediaan pangan di…
Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, SH., MH., meresmikan Gedung Gereja GKII Nehemia Skow, Klasis…
Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, SH., MH., mengatakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW…
Perhatian tersebut terutama menyangkut aktivitas pembangunan di kawasan yang memiliki potensi rawan bencana, seperti…
Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua (YKKMP) memberikan perhatian serius terhadap pernyataan-pernyataan yang disampaikan…