Categories: NASIONAL

Bisa Mulai Cicil Dana Pilkada 2024

Alokasi Bisa Lewat Skema Multiyears

JAKARTA – Upaya pemenuhan anggaran Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 menjadi tantangan tersendiri. Situasi pandemi yang terjadi di masing-masing daerah, menuntut langkah antisipasi untuk bisa memenuhi kebutuhan pesta demokrasi itu.

Dirjen Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri Agus Fatoni mengatakan, pembiayaan pilkada melalui APBD bisa dipenuhi melalui skema multiyears. Artinya, jika pada satu tahun anggaran tidak memadai, daerah dapat mencicil selama beberapa tahun anggaran.

’’Apabila ketersediaan dana tidak mencukupi dalam satu tahun anggaran, dapat membentuk dana cadangan pada tahun sebelumnya,’’ ujarnya saat dihubungi kemarin (5/4).

Dalam konteks Pilkada 2024, lanjut dia, jika APBD 2024 tidak bisa menopang sepenuhnya, maka daerah bisa mempersiapkannya sejak APBD 2023. Pengalokasiannya melalui peruntukan dana hibah untuk digunakan di tahun selanjutnya.

Skema pembiayaan multiyear itu, lanjut Fatoni, memiliki dasar hukum yang kuat. Yakni pasal 80 Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 dan telah ditegaskan dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 27 Tahun 2021. Dengan kebijakan tersebut, harapannya keuangan daerah tidak terlalu tertekan.

Salah satu daerah yang sudah melakukan antisipasi tersebut adalah provinsi Jawa Tengah. Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan, Pemprov Jateng telah menabung anggaran untuk pelaksanaan Pemilu 2024. Setidaknya pada 2023 nanti, sudah ada Rp 900 miliar yang siap dianggarkan untuk KPU Jateng menyelenggarakan pemilu. ’’Sehingga kalau nanti kita separuh asumsinya siapkan Rp 1,2 triliun (lagi), rasa-rasanya tidak terlalu berat untuk tambahan berikutnya,’’ ujarnya.

KPU Jateng sendiri sudah melakukan komunikasi dengan Pemprov Jateng. Berdasarkan alokasi yang disusun, anggaran yang diusulkan KPU Jateng sebesar Rp 2,4 Triliun. Ganjar mengapresiasi langkah persiapan dini dari KPU Jateng tersebut.

Komisioner KPU RI Pramono Ubaid Tanthowi menambahkan, sejumlah KPU daerah sudah berkoordinasi dengan pemda masing-masing. Yakni untuk persiapan Pilkada 2024. ’’Rata-rata sudah mengajukan RAB (Rencana Anggaran Biaya, Red) penyelenggaraan Pilkada,’’ ujarnya.

Bahkan, ada beberapa daerah yang progresnya sangat baik. Misalnya, di Jawa Timur, pemprov sudah menyepakati item-item sharing anggaran dengan pemerintah kabupaten/kotanya. ’’Di Jateng, sudah keluar pergub yang mengatur dana cadangan,’’ imbuhnya.

KPU juga sudah menginstruksikan daerah agar Menyusun perencanaan anggaran yang matang, cermat, dan detail. Kemudian membuat perencanaan anggaran yang efektif dan efisien. ’’Misalnya, jangan menyusun RAB dengan besaran usulan yang berlebihan,’’ pungkasnya. (far/bay/JPG)

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: PILKADA

Recent Posts

Wanita Korban Penembakan OPM Akhirnya Ditemukan

Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, menyatakan evakuasi dilakukan setelah pihak…

2 hours ago

Tiga Distrik di Puncak Alami Krisi Pangan dan Air

Krisis pangan dan air bersih melanda ratusan warga di tiga distrik terisolasi Kabupaten Puncak, Papua…

4 hours ago

Ratusan Murid SMAN 5 Jayapura Diduga Keracunan MBG

Seratusan orang yang terdiri dari pelajar dan guru di SMAN 5 Jayapura, diduga keracunan makanan…

6 hours ago

BGN Sikat Rekening Janggal di 414 SPPG

Badan Gizi Nasional (BGN) mengembalikan Rp311,2 miliar ke kas negara setelah menemukan anomali pada 414…

12 hours ago

Siap-siap, Puncak Kemarau 2026 Tiba

Kondisi ini diperkirakan kian mengkhawatirkan karena potensi aktifnya fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) Positif pada…

14 hours ago

490 Daerah Tak Punya Uang untuk Bayar Gaji ASN

Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…

2 days ago