Categories: NASIONAL

Menelisik Sejarah di Balik Penetapan Hari Batik Nasional 2 Oktober

Soeharto Pahlawan Batik

Presiden Soeharto diketahui adalah salah satu tokoh yang banyak mengenalkan penggunaan batik. Bahkan, para pelaku usaha batik menjuliki presiden kedua itu sebagai pahlawan batik.

Menurut catatan, salah satu tokoh yang memantik kebijakan Seoharto terkait batik adalah Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin.

Ali Sadikin yang saat itu mendapatkan inspirasi dari seniman kaligrafi batik asal Jogjakarta, Amri Yahya, menetapkan batik sebagai pakaian resmi untuk pria di wilayah DKI Jakarta.

Sejak Bang Ali, sebutan Ali Sadikin mengeluarkan kebiajakan tersebut, batik yang semula hanya bersifat sebagai komoditi mulai bergeser ke arah simbol budaya bangsa. Presiden Soeharto lantas bergerak lebih jauh untuk mendukung batik sebagai budaya nasional.

Soeharto kemudian memperkenalkan seragam Korpri bercorak batik sebagai implementasi identitas nasional. Kebijakan tersebut secara tidak langsung mewajibkan PNS menggunakan batik sebagai seragam mereka.

Selain itu, Soeharto juga diketahui memperkenalkan batik kepada para pemimpin dunia dalam beberapa kesempatan.

Salah satunya adalah ketika Indonesia menjadi tuan rumah KTT APEC pada tahun 1994, di mana Soeharto membuat 18 motif batik untuk 18 kepala negara peserta APEC.

Strategi itu lantas diteruskan oleh para pemimpin setelahnya. Beberapa di antaranya seperti Presiden SBY yang berhasil mendaftarkan batik sebagai Warisan Budaya Tak Benda UNESCO.

Tidak hanya itu, SBY juga menetapkan penggunaan batik dalam forum tingkat regional dan Internasional, seperti KTT ke-19 ASEAN dan KTT Asia Timur 2011.

Di sisi lain, Presiden Jokowi juga dalam beberapa pertemuan Internasional memperkenalkan batik sebagai identitas nasional. Salah satunya adalah ketika sidang Dewan Keamanan (DK) PBB yang diadakan di New York pada 2019 lalu.

Dalam pertemuan tersebut, Indonesia bertindak sebagai salah satu presidensi. Oleh karena itu, anggota DK PBB menetapkan batik sebagai salah satu dresscode, sebagai bentuk penghormatan terhadap Indonesia.

Page: 1 2 3

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Total 527 Pasien yang Diduga Alami Keracunan MBGTotal 527 Pasien yang Diduga Alami Keracunan MBG

Total 527 Pasien yang Diduga Alami Keracunan MBG

dr. Beeri I.S. Wopari, M.Kes., mengatakan data tersebut mencakup warga yang mendapat pelayanan kesehatan, baik…

3 days ago

Butuh Tiga Tahun Lebih, Ribuan Artefak dan Rekaman Budaya Papua Akhirnya “Pulang”

   Ribuan objek yang berhasil dipulangkan mencakup, sekitar 1.000 unit artefak kehidupan sehari-hari dan ritual,…

3 days ago

Hentikan dulu Program MBG di Papua

Ia mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kabupaten Jayapura, tenaga kesehatan, TNI-Polri, serta masyarakat yang bergerak menangani…

3 days ago

Tolak Eksekusi Lahan, Warga Blokade Ruas Jalan Cenderawasih Mimika

Aksi pembakaran ban dan penutupan jalan dengan batang kayu ini dilakukan sebagai bentuk protes keras…

3 days ago

Bukan Berasal dari Menu Makanan, Melainkan Air yang Terkontaminasi Bakteri E. coli

Rama mengatakan BGN akan melakukan evaluasi total terhadap pelaksanaan MBG menyusul dua kejadian dugaan keracunan…

3 days ago

Pemprov Papua Selatan dan Kementrans Bahas Penyelesaian Masalah Tanah

Direktorat Jenderal Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi Kementerian Transmigrasi (Kementrans) bersama Pemerintah Provinsi Papua Selatan…

3 days ago