Categories: NASIONAL

7 Orang di Mamuju Keracunan Daging Anjing, Kemenkes Ingatkan Bahaya Zoonosis

SURABAYA – Kasus dugaan keracunan makanan kembali terjadi di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. Sebanyak tujuh warga, termasuk balita dan remaja, dilaporkan mengalami gejala keracunan setelah menyantap daging anjing yang sebelumnya terlihat sakit.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Aji Muhawarman mengingatkan masyarakat agar berhati-hati dalam mengonsumsi hewan yang berpotensi menjadi vektor penyakit zoonosis.

“Berhati-hati dalam konsumsi hewan yang menjadi vektor penyakit zoonosis seperti rabies, salah satunya anjing,” ujarnya, Selasa (31/3).

Aji menekankan pentingnya memastikan hewan yang dikonsumsi dalam kondisi sehat, dicuci bersih, dan dimasak hingga matang. “Jangan yang dalam kondisi sakit atau tidak jelas status kesehatannya,” tambahnya.

Peristiwa terjadi di Desa Karama, Kecamatan Kalumpang, Mamuju, Minggu (29/3).

Kapolsek Kalumpang Ipda Lukman Rahman menjelaskan bahwa seorang petani berinisial JS, 30, melihat anjing peliharaan warga muntah-muntah. JS kemudian memotong dan memasak anjing tersebut. Setelah daging matang, sejumlah warga menyantapnya. Tak lama kemudian, dua orang mulai merasakan mual dan muntah.

“Sekitar pukul 15.30 Wita, kondisi kesehatan lima orang lainnya makin lemas dan memburuk sehingga dievakuasi ke Puskesmas Karama,” terang Lukman.

Saat ini, ketujuh korban masih menjalani perawatan medis. Mereka terdiri dari orang dewasa, remaja hingga balita. Mayoritas gejala yang dialami mulai dari pusing, nyeri dada, rasa terbakar di perut.

Polisi menduga kuat bahwa anjing yang dikonsumsi tersebut telah terpapar racun tikus sebelum disembelih.”Dugaan sementara, anjing tersebut mati atau sakit karena memakan racun tikus. Hal ini diperkuat dengan kondisi anjing yang terlihat muntah-muntah sebelum dipotong,” jelas Lukman.

Meskipun mengonsumsi daging anjing merupakan hal yang lumrah bagi sebagian masyarakat di wilayah tersebut, Lukman menyebut, kejadian keracunan massal ini baru pertama kali terjadi di Desa Karama.

Page: 1 2

Juna Cepos

Share
Published by
Juna Cepos

Recent Posts

Wali Kota: Awasi Pembangunan di Kawasan Rawan Bencana!

  Perhatian tersebut terutama menyangkut aktivitas pembangunan di kawasan yang memiliki potensi rawan bencana, seperti…

11 hours ago

Jangan Biarkan Warga Sipil Jadi Korban Konflik

  Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua (YKKMP) memberikan perhatian serius terhadap pernyataan-pernyataan yang disampaikan…

11 hours ago

Layanan Publik Harus Tepat Waktu dan Bebas Pungli

   Abisai menegaskan, pelayanan kepada masyarakat harus dilakukan secara konsisten sesuai standar dan waktu yang…

15 hours ago

Pemprov Bentuk Tim Aset Untuk Tangani Sengketa Tanah

  Gubernur Papua, Matius Fakhiri mengatakan, pembentukan tim dilakukan untuk memastikan kejelasan status dan riwayat…

15 hours ago

Perkuat Tata Kelola Daerah, Pemprov Bentuk Tiga OPD Baru

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua membentuk tiga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) baru sebagai bagian dari upaya…

22 hours ago

Tiga Ruangan Baru di RSUD Wamena Diresmikan

Untuk mendukung peningkatan pelayanan kesehatan di RSUD Wamena, Pemerintah Kabupaten Jayawijaya meresmikan 3 ruangan yang…

23 hours ago