Categories: METROPOLIS

Frans Pekey: Kebijakan Afirmasi Penting Untuk Keseimbangan

JAYAPURA-Sekda Kota Jayapura,Frans Pekey mengatakan, dalam mengambil kebijakan pembangunan di Kota  Jayapura, pihaknya juga memperhatikan dan mempertimbangkan kebijakan proteksi afirmasi terhadap masyarakat lokal Port Numbay di Kota Jayapura.

  “Kebijakan proteksi afirmasi terhadap masyarakat lokal masyarakat   harus kita lakukan,  karena kota ini sudah maju, modern. Karena itu kebijakan afirmasi ini harus dilakukan supaya ada keseimbangan antara warga lokal Papua dan warga Nusantara'”kata Frans Pekey, Selasa (28/5).

   Dia menjelaskan, orang lokal telah mendukung keberadaan pemerintah dan juga kehadiran masyarakat nusantara di tanah Papua terutama di Bumi Port Numbay. Itu bisa dibuktikan dengan tanah dan air yang mereka miliki dan dilepas untuk kepentingan umum.

   “Tanah air tempatnya semua mereka sudah lepas,  tetapi kemudian masyarakat kita menjadi semakin terpinggirkan ataupun juga tidak berdaya. Karena itu, solusinya adalah proteksi dengan undang-undang otonomi khusus,” ujarnya.

    Sebab  kalau tidak,  maka kesenjangan  antara penduduk lokal dengan penduduk Nusantara lainya yang bukan orang asli Papua,  dari berbagai daerah baik di Papua ataupun dari luar Papua, akan terjadi  kesenjangan yang luar biasa.

   “Karena bicara kota maka bicara persaingan,  kompetisi.  Dalam persaingan kompetisi itu yang kuat, yang punya, pasti dia menang. Tapi yang kurang, yang lemah selalu terpinggirkan.  Karena itu proteksi menjadi sangat penting,” bebernya.

   Salah satu upaya proteksi afirmasi yang dilakukan oleh pemerintah kota Jayapura misalnya mulai di tahun 2023 dengan mencanangkan program generasi emas Port Numbay. Di bidang pendidikan dengan mengirim anak anak Port Numbay bersekolah di sekolah Genius, ada juga yang dikirim ke sekolah penerbangan Curug.

    Kemudian di bidang pemberdayaan ekonomi termasuk juga penguatan kelembagaan adat yang  sudah lakukan dan akan terus dilakukan ke depan. “Supaya  keseimbangan di kota ini tetap terjaga, bahkan juga harus menjadi kompetitif bagi masyarakat kita dan itu hanya bisa dilakukan dengan  proteksi,”pungkasnya.(roy/tri)

Juna Cepos

Recent Posts

Realisasi APBD Papua 2025, Pendapatan 97,95 % dan Belanja 96,58 %

  Wakil Gubernur Papua, Aryoko Rumaropen, mengatakan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah Provinsi (Raperdasi) tentang Pertanggungjawaban…

5 hours ago

TPAKD Papua Siapkan Strategi Baru Dorong Ekonomi Daerah

  Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi Papua, Andry, mengatakan TPAKD bukan sekadar…

6 hours ago

Pemprov Harus Serius Kelola Aset Senilai Rp17,4 Triliun

   Pandangan umum Fraksi Golkar yang dibacakan Yermias Y.Y. Wouw,  menyoroti nilai aset daerah Papua…

7 hours ago

Melihat Aksi Solidaritas Masyarakat Kota Jayapura Dalam Musibah Gempa di NTT

Gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) terjadi pada Sabtu, 15…

8 hours ago

ABR: Festival Kampung Tak Boleh Hilang

Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, menegaskan Pemerintah Kota Jayapura tetap memberikan perhatian terhadap keberadaan…

22 hours ago

Tabrak Truk Tabung Gas, Pengendara Motor Luka-luka

  Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Pengendara sepeda motor bernomor polisi PA…

23 hours ago