Categories: METROPOLIS

Pemuda Katolik Harus Hadir Bagi Masyarakat Kecil

JAYAPURA–Pengurus Pemuda Katolik Komisariat Daerah (Komda) Papua periode 2025–2028 resmi dilantik oleh Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik, Stefanus Asat Gusma, di Hotel Horison Padang Bulan, Kota Jayapura, Sabtu (28/3).

Kepengurusan baru ini dinakhodai oleh Robertus Yewen. Dalam sambutannya, Robertus menegaskan bahwa pelantikan tersebut menjadi momentum penting bagi kebangkitan pemuda Katolik di Provinsi Papua.

“Ini adalah peristiwa luar biasa bagi orang muda Katolik di Papua. Kita baru saja dilantik dan diberkati, sehingga memiliki tanggung jawab besar untuk menjalankan organisasi ini ke depan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dalam pelantikan dan rapat kerja tersebut, pihaknya mengusung tema PASTI BISA yang merupakan akronim dari Bangkit, Mandiri, Partisipatif, Solider, dan Terlibat di Tengah Masyarakat.

Menurutnya, tema tersebut bukan sekadar slogan, tetapi menjadi arah gerak organisasi yang harus diwujudkan melalui kerja nyata di tengah umat dan masyarakat. “Tema ini berat, tetapi harus kita jalankan. Ini juga selaras dengan visi misi Pemerintah Provinsi Papua dan Keuskupan Jayapura, yang mendorong keterlibatan umat secara aktif,” jelasnya.

Robertus juga mengungkapkan bahwa Pemuda Katolik Komda Papua masih menghadapi sejumlah tantangan internal. Bahkan, ia menyebut organisasi tersebut mendapat catatan merah dari pengurus pusat. “Ini menjadi evaluasi bagi kita semua. Kita harus bekerja dari hal-hal kecil yang berdampak agar ke depan bisa berubah menjadi lebih baik,” tegasnya.

Ia turut menyampaikan pesan dari Uskup Jayapura yang mendorong Pemuda Katolik untuk lebih membumi dan tidak hanya berorientasi pada program besar. “Pemuda Katolik jangan hanya lihat ke atas, tetapi juga harus melihat ke bawah. Artinya, kita harus hadir bagi masyarakat kecil dan menjawab kebutuhan nyata di lapangan,” katanya.

Dalam periode kepengurusannya, Robertus menargetkan pembentukan sembilan komisariat cabang (komcab) di seluruh Papua dapat rampung sebelum 2027. Ia menilai, belum terbentuknya komcab menjadi salah satu kelemahan utama organisasi selama ini.
Selain itu, ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam tubuh organisasi, mulai dari kalangan politisi, birokrasi, akademisi, advokat, hingga pelaku usaha.

Di bidang advokasi, Pemuda Katolik juga menyiapkan program beasiswa Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) bagi kader yang ingin berkarier di bidang hukum. Program ini diharapkan mampu memperkuat peran organisasi dalam isu-isu advokasi dan hak asasi manusia (HAM).

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Alur Perjalanan Dinas DPR Papua Ditelusuri

Kasus yang turut menyeret nama mantan Sekretaris DPR Papua berinisial JJ tersebut kini memasuki tahap…

20 hours ago

SD YPK Elim Wouma Ludes Terbakar

Menurutnya, usai mendapat laporan masyarakat anggorta dari Polres Jayawijaya langsung merespon ke lokasi tersebut dan…

20 hours ago

Napi Tipikor di Lapas Abepura Diperlakukan Sama

  Prinsip kesetaraan di mata hukum dan tata kelola pemasyarakatan menjadi komitmen utama manajemen Lapas…

21 hours ago

Kemarau Panjang Pengaruhi Peningkatan Inflasi di Papua Pegunungan

Badan Pusat Statistik  (BPS) Kabupaten Jayawijaya memastikan musim kemarau panjang sangat mempengaruhi inflasi di daerah.…

21 hours ago

Giliran 330 Guru Non OAP Ditarik dari Distrik-distrik

Kepala Dinas Pendidikan Kaleb Asso S.PD, M.PD menyatakan menyikapi situasi keamanan saat ini di Kabupaten…

22 hours ago

Ratusan Karyawan PT MNM Protes Soal Ketenagakerjaan

Dalam aksi tersebut, para karyawan menyampaikan sejumlah aspirasi yang berkaitan dengan kondisi ketenagakerjaan di perusahaan.…

22 hours ago