Categories: METROPOLIS

Sayangkan Aksi Demo yang Berdampak Libur Sekolah

JAYAPURA – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kota Jayapura, menyatakan keprihatinan mendalam atas kondisi yang terjadi di sejumlah sekolah yang harus meliburkan kegiatan belajar mengajar (KBM) ketika aksi demonstrasi terjadi. Hal ini disampaikan langsung Ketua Komisi D DPR Kota Jayapura, Deli Lusyana Watak kepada Cenderawasih Pos, melalui pesan singkatnya, Selasa (28/4). Kondisi ini dinilai merugikan siswa dan menghambat pemenuhan hak dasar anak atas pendidikan.

Meskipun di satu sisi keamanan adalah hal yang utama, pihak sekolah dan pemerintah daerah seharusnya memiliki rencana mitigasi yang lebih matang ketimbang sekadar menghentikan total aktivitas sekolah.

“Kita sangat menyayangkan jika aksi massa harus mengorbankan waktu belajar anak-anak. Sekolah seharusnya menjadi zona aman yang tetap berfungsi dalam kondisi apa pun,” ujarnya.

Dalam penjelasannya, Deli mengatakan bahwa, DPR Kota Jayapura sangat memahami bahwa aksi demonstrasi adalah hak warga negara yang dijamin oleh konstitusi. Menurutnya aksi demonstrasi boleh saja dilakukan, namun jangan sampai kegiatan belajar mengajar di sekolah dan aktivitas masyarakat lainnya menjadi korban.

“Intinya sampaikan aspirasi boleh, tapi jangan korbankan masa depan anak. Sekolah harus tetap aman dan kondusif,” ujarnya.

Lebih jauh, politisi Partai Gelora itu menyampaikan kehilangan waktu belajar, penutupan sekolah secara mendadak dapat mengganggu dan menghambat progres akademik siswa. Karena itu pemerintah diminta untuk mencari solusi, agar setiap kali adanya aksi demonstrasi di Kota Jayapura kegiatan belajar mengajar tetap berjalan meskipun secara daring.

Sebagai contoh pada, Senin (28/4) kemarin, sekolah di Kota Jayapura terpaksa harus libur karena adanya aksi demonstrasi dilakukan oleh Solidaritas Mahasiswa Papua yang sempat ricuh di Waena.

Seperti diberitakan sebelumnya, menyikapi aksi unjuk rasa mahasiswa yang berlangsung pada Senin (27/4) lalu, Wali Kota Abisai Rollo menginstruksikan seluruh sekolah untuk meliburkan kegiatan belajar mengajar selama satu hari. Kebijakan tersebut diambil sebagai langkah antisipasi guna menjaga keamanan dan keselamatan para siswa, tenaga pendidik, serta masyarakat di tengah potensi meningkatnya mobilitas massa saat aksi berlangsung.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

KONI Bukan Tempat Mencari Keuntungan

Menurutnya, pengurus yang bergabung dalam organisasi olahraga harus memiliki tujuan yang sama, yakni membangun prestasi…

5 hours ago

Terima Pesanan dari 24 Negara, Omset Hampir Rp 1 Miliar/Bulan

Siapa sangka, berawal dari modal nekat pasca-menganggur, produk hiasan dinding dan kaligrafi estetik buatannya kini…

7 hours ago

Ny. Elisabet Flassy Wandik Terima Penghargaan Nasional

Prestasi ini bukan sekadar kemenangan pribadi, melainkan simbol keberhasilan masyarakat Tolikara dalam membangun masa depan…

9 hours ago

Diduga Salah Tangkap, Ketua Partai Babak Belur Dianiaya Oknum Polisi

Usman mengaku rumahnya digeledah selama kurang lebih 30 menit. Dalam proses tersebut, ia mengklaim mendapat…

10 hours ago

Menko Zulhas: Program MBG Boros Anggaran Rp 1 Triliun per Bulan

Zulhas menghitung bahwa jika penyelewengan ini terus berlanjut selama satu tahun, kerugian negara dapat mencapai…

11 hours ago

Sekolah Yayasan Buka Lebih Awal, SPMB Diharap Transparan dan Objektif

Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 7 Jayapura merupakan salah satu sekolah yang menyatakan kesiapannya untuk…

15 hours ago