Categories: METROPOLIS

Mesin Zaman Perang Dunia Juga masih Digunakan

NGOBROL – Kepala BLK Papua, Willem W Padwa berdiskusi dengan salah satu anggota Komisi II DPRP, Jhon Gobay di aula DKTP, Senin (29/4)( FOTO : Gamel Cepos )

JAYAPURA – Disaat Papua tengah berupaya membangun sumber daya manusia melalui banyak aspek, ternyata masih saja ada kondisi yang sedikit terlupa. Balai Latihan Kerja (BLK) Provinsi Papua ternyata masih menggunakan banyak peralatan yang statusnya jadul alias zaman dulu. Peralatan yang merupakan pemberian disaat pertama kalinya BLK didirikan. Ini tentunya tak sejalan dengan perkembangan jaman yang sudah jauh lebih modern.

 Hal tersebut terungkap saat mewawancarai Kepala Balai Latihan Kerja (BLK) Provinsi Papua, Willem W Padwa yang  membenarkan bahwa ada banyak  peralatan dan bagian gedung yang memang sudah harus diperbaiki atau diganti. “Memang perlu pembenahan, peremajaan peralatan dan sarana prasaranan sebab kami melatih orang untuk menjawab kebutuhan yang berubah setiap saat dan kami juga harus mengimbangi perkembangan jaman,” kata Willem saat ditemui di DKTP, Jayapura, Senin (29/4). Peremajaan peralatan dianggap sesuatu yang penting mengingat bila usai keluar dari BLK dan mulai memasuki lapangan pekerjaan sementara peralatan ditempat kerjanya lebih modern tentunya akan jadi masalah baru.

 Perlu waktu untuk menyesuaikan  kembali. Willem menyampaikan bahwa peralatan di BLK termasuk beberapa bangunan yang ada saat ini masih merupakan peninggalan PBB di tahun 1969 yang sudah pasti  tak relevan lagi jika dipakai untuk melatih di jaman sekarang. Ada banyak perubahan dan perkembangan peralatan yang harus diikuti. “Seingat saya sejak 1969 dimana PBB memberikan bantuan untuk merintis lahirnya BLK. BLK dibangun untuk menyiapkan tenaga orang Papua saat itu. Tapi saat ini ada juga peralatan yang masih digunakan,” jelasnya. “Gedung lama juga kami pikir perlu direnovasi,” imbuhnya. 

 Willem berpendapat bahwa perlu ada peremajaan peralata agar alumi BLK nanti tidak kaget dengan peralatan yang digunakan di tempat kerjanya nanti. “Jadi tenaga pengajar juga kami ingatkan bila ada perubahan dalam perkembangan ilmu pengetahuan ia juga wajib untuk mengikuti dan ini nantinya diimbangi dengan peralatan,” kata Willem. Di BLK sendiri saat ini ditangani 7 instruktur dan menurut Willem ini masih kurang karena setiap ruangan terkadang instruktur harus menangani 12-20 orang dengan 16 kejuruan. Namun dari semua jurusan diakui animo paling tinggi adalah terkait IT atau pelatihan komputer. 

 “Itu yang paling tinggi sehingga tahun kemarin kami betul-betul mengalokasikan anggaran yang cukup untuk jurusan tersebut,” imbuhnya. “Banyak yang meminta mengemudi mobil tapi untuk saat ini belum kami realisasikan,” pungkas Willem. (ade/wen) 

newsportal

Recent Posts

Target Tahun 2028, Matangkan Persiapan dari Administrasi, Regulasi hingga Anggaran

Kewenangan pengelolaan sekolah SMA/K di Papua seolah seperti permainan ping pong, antara pemerintah kabupaten/kota dengan…

12 hours ago

Rawan Cerai, Anak Muda Jangan Buru-buru Menikah

Pernyataan ini menekankan bahwa pernikahan bukan sekadar ikatan formal atau pemenuhan tradisi, melainkan komitmen jangka…

13 hours ago

Jelang Kunjungan Mendagri Kabupaten Jayapura Benahi Wajah Daerah

Dalam arahannya, Haris Yocku meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) bergerak cepat melakukan penataan kawasan…

17 hours ago

Warga Diminta Kesadaran Bayar Retribusi Sampah

Untuk mendukung operasional pengangkutan sampah tersebut, pemerintah menetapkan biaya retribusi. Pares menekankan bahwa nilai nominal…

18 hours ago

Temukan Kecurangan Distribusi BBM, Warga Diminta Lapor

rea Manager Communication Relations and CSR Papua Maluku Ispiani Abbas mengimbau masyarakat untuk turut berperan…

19 hours ago

Kebobolan, Sejumlah Tahanan Lapas Abepura Kabur

Pengamanan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Abepura, Kota Jayapura, kecolongan. Enam orang tahanan kasus…

20 hours ago