Categories: METROPOLIS

Sejak 2018, 15 orang Meninggal Karena Tenggelam

JAYAPURA-Kantor Pertolongan dan Pencarian Orang Jayapura menyebut, sejak 2018 Sampai dengan saat ini jumlah warga yang meninggal dunia akibat tenggelam di sepanjang pantai Base G sampai Holtekam sebanyak 15 orang, dan hanya tiga yang dinyatakan selamat.

“Menurut data kami, mulai tahun 2018 sampai saat ini, orang tenggelam dari Pantai Base G sampai di Pantai Holtekamp  itu sudah 18 kasus. 15 kasus berakhir kematian, sementara tiga saja yang selamat,” kata Kepala Operasi dan Siaga Basarnas Jayapura, Marinus B. Ohoirat, Senin, (27/11).

Karena itu, salah satu upaya pencegahan yang dilakukan pihaknya dengan melakukan penyusunan rencana kontigensi 2023, dengan tema kondisi membahayakan manusia orang tenggelam di pantai Kota Jayapura.

“Karena karena itu, kami memandang penting rencana kontijensi ini untuk menyatukan persepsi pola tindak,  pada saat orang tenggelam di pantai kita bisa sama-sama melakukan sesuatu untuk menekan tingkat kecelakaan yang terjadi didaerah pantai baik, baik dari Base G sampai Holtekamp,” bebernya.

Menurutnya ada sekitar 35 stakeholder yang dilibatkan di dalam kegiatan penyusunan rencana kontigensi  2023 itu.  Dia berharap dengan adanya keterlibatan sejumlah pihak itu ke depannya Apabila ada musibah yang terjadi di sekitar wilayah pesisir pantai ada keterlibatan bersama dari sejumlah stakeholder tersebut.  Terutama dapat membantu dalam menekan tingkat kecelakaan di laut.

“Selama ini untuk penanganan biasanya kita sedikit terlambat untuk mendapatkan informasi. Selain itu Kantor SAR juga jaraknya ada di Sentani.  Kita dari Sentani ke sini berapa Jam Coba,” katanya.

Ke depan pihak yang berencana akan membangun Sinergi yang lebih intens lagi dengan Pemkot Jayapura supaya berkenan untuk membangun pos khusus untuk ditempati oleh SDM dan peralatan Basarnas di sekitar kawasan pantai.

“Sehingga kita bisa berjaga-jaga di sini. Jadi kalau kejadian kita tidak lagi dari Sentani tetapi kita sudah bisa bergerak dari pos yang ada di sini” pungkasnya. (roy/tri)

Tegar Cepos

Recent Posts

Ketergantungan Pasokan Luar Picu Gejolak Harga Pangan

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Papua menilai tingginya ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah…

2 days ago

Aset Kendaraan Dinas Pemprov Papua Masih Bermasalah

–Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia kembali memberikan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) kepada Pemerintah…

2 days ago

Polisi Diminta Tindak Tegas Pungli di Ruas Jalan Wisata Skori–Puay

Menurut Yunus, praktik penagihan uang kepada setiap pengunjung yang melintas di kawasan tersebut tidak dapat…

2 days ago

“Bagi Orang Papua, Menjaga Sagu Sama Dengan Menjaga Kehidupan”

   Festival yang berlangsung di halaman Kantor DPR Papua dan Kampus Universitas Cenderawasih itu bukan…

2 days ago

Program Jemput Bola Dukcapil Capai Hasil Positif

Program jemput bola yang dilaksanakan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Jayapura terus menunjukkan…

2 days ago

Bukan Masalah Stok, Tapi Praktik Kecurangan yang Dibiarkan Masif

   Menurutnya, mata rantai penyalahgunaan Solar subsidi harus segera diputus karena dampaknya sudah sangat merugikan…

2 days ago