Categories: METROPOLIS

Pansus DPRD Tolak Putusan KPU

Otniel Deda  ( FOTO : Noel/Cepos)

JAYAPURA – Pansus DPD Kota Jayapura Menolak hasil keputudan KPU terkait asil pemilihan legislatif yang di nilai cacat hukum dan penuh interfensi.

“MK tidak menyentuh konteks persolaan yang menjadi rekomendadi Bawaslu karena Bawaslu mengeluarkan rekomendasi bersifat perintah untuk rekapan terkait temuan-temuan dalam pleno rekapitulasi suara di Kota Jayapura,” kata Ketua Pansus Pemilihan Legislatif DPRD Kota Jayapura Otnile Deda, di Jayapura, Minggu (28/7).

Ia menilai MK tidak profesional dan jeli melakukan pencermatan secara teknis. Ia mengakui ada format untuk melakukan pengaduan oleh peserta politik, tetapi dalam menyentuh persoalan hak konstitusi dari sebuah pesta demokrasi yang sah, banyak ketikadilan.

“Kita tidak berbicara soal kepentingan DPR dan Partai Politik tetapi kami berbicara soal pemerintah ini bukan milik elit politik dan penguasa, tetapi pemerintahan dan DPRD Kota Jayapura yang bisa ada karena masyarakat,” katanya.

Kada Deda bahwa kedaulatan dalam pesta demokrasi ada ditangan rakyat, sehingga keputusan dari mahkamah Konstitusi harus arif dan bijak melihat persoalan-persoalan yang jelas-jelas fakta di lapangan ada temuan di empat dapil karena ini bisa berdampak kurangnya partisipasi pembangunan oleh masyarakat dan karena tidak ada proses demokrasi yang adil dan trasparan.

“MK jangan mengambil ke keputusan yang salah dan kami Pansus dengan tegas menolak keputusan KPU karena jelas-jelas cacat hukum dan ada temuan dengan di terbitkanya surat Bawaslu,” paparnya.

Terkait hal ini Ia mengatakan akan menyampaikan ke Gubernur Provinsi Papua dan juga Majelis Rakyat Papua.

“Untuk mempertimbangkan keputusan dalam penetapan oleh KPU Kota Jayapura dan sampai saat ini masih masih di MK, selain itu Kota Jayapura sebagai Kota barometer maka kami tidak ingin demokrasi di Kota Jayapura dirusak hanya untuk kepentingan orang-orang tertentu,” katanya.

Selain itu Ia juga menyayangkan adanya kepentingan politik hingga membuat hak politik dari masyarakat asli Papua di Kota Port Numbay tidak didapat sesuai amanat undang-undang Otsus. (oel/gin).

newsportal

Recent Posts

Ketika Sekolah Formal Tak Lagi Terjangkau, PKBM Menjadi Pintu Kedua

Data Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbud) tahun 2023 menunjukkan, sebanyak 152.319 anak di…

5 hours ago

Kebakaran di Dok IX, Polisi Tetapkan Satu Tersangka

  Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Fredrickus W.A. Maclarimboen mengatakan, penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik…

13 hours ago

Serapan APBD Baru 45 Persen, Pimpinan OPD Diwarning

Wakil Wali Kota Jayapura, Dr. Ir. H. Rustan Saru, MM., melontarkan peringatan keras kepada seluruh…

14 hours ago

OPD Kolektor Harus Kejar Target PAD Rp313 Miliar

  Rustan mengatakan, Pemkot Jayapura sebelumnya telah melaksanakan rapat koordinasi (rakor) PAD yang menghasilkan sejumlah…

15 hours ago

Papua Jaga Inflasi 3,5 Persen Jelang Natal dan Tahun Baru

   Penjabat Sekda Papua, Christian Sohilait mengatakan, pengendalian inflasi dilakukan secara rutin setiap pekan. Berdasarkan…

16 hours ago

Pemkot Buka Seleksi Tiga Jabatan Kepala OPD

   Ketiga jabatan tersebut yakni Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kota Jayapura, Kepala…

17 hours ago