

Perbaikan jalan alternatif, tetapnya di tikungan belakang kolam buaya Entrop yang longsor akibat banjir beberapa waktu lalu, saat ini tengah dalam tahap pemasangan bronjong, Kamis (27/1). ( FOTO: Noel/Cepos)
Warga Pengguna Jalan Diminta Tidak Melintas di Lokasi
JAYAPURA-Jalan alternatif tepatnya di tikungan belakang kolam buaya Entrop yang longsor akibat banjir pada Jumat (7/1) lalu, kini tengah diperbaiki. Untuk mencegah agar badan jalan aspal yang sudah mengambang ini tidak patah atau longsor, kini tebing jalan sedang dipasang bronjong. Oleh karena, itu kelancara pembangunan warga dilarang melintas di ruas jalan ini.
Decky Rexy N Purun,S.T selaku pelaksana pekerjaan mengatakan bahwa saat ini prosesnya sedang dilakukan pengalian di bagian tebing untuk pemasangan bronjong.
“Kita lakukan penggalian untuk bronjong dengan boxcolver untuk saluran air, karena sering terjadi penumpukan air di situ dan material dari arah Kampung Buton di atas. Karena ada penumpukan air disitu dengan intitas hujan yang sangat tinggi, maka terjadi pengikisan di area tanah di bawah jalan tersebut, sehingga terjadinya longsor,”ungkap Decky.
Karena itu, pihaknya membuat atau memasang bronjong dibagian tebing yang longsor. Bronjong ini berfungsi sebagai dinding tebing, untuk penahan tanahnya dan sebagai saluran untuk air bisa lewat. “Terutama saat ada hujan dengan intensitas yang tinggi air ada jalurnya,” katanya.
Sementara itu disinggung terkait target waktu penyelesaian, Deck mengaku dengan kondisi saat ini pihaknya menargetkan sampai dengan 2 bulan ke depan, namun akan diupayakan secepat mungkin. “Target penyelesaian sih sekitar 1 sampai 2 bulan lah, tergantung dengan kondisi di lapangan seperti apa,” katanya.
Selain itu, ia juga menegaskan adanya sejumlah warga yang terus saja melintas di area pekerjaan tersebut yang menurutnya sangat mengganggu para pekerja. Sebab, semua peralatan kerja dilakukan di badan jalan, sehingga ia mengharapkan kepada masyarakat untuk tidak melintas selama jalan masih ditutup.
“Masyarakat yang melintas dan banyak yang melawan dan masih banyak yang keras kepala untuk ke situ, itu mengganggu pekerjaan, karena petugas semuanya bekerja di badan jalan. Kami di situ melakukan pekerjaan untuk perakitan bronjong dan lain-lain itu di tengah jalan jadi saat ada yang mau lewat disuruh geser dulu jadinya menghambat pekerjaan,”sesalnya.
Meski tidak menjelaskan secara pasti anggaran yang digunakan untuk mengerjakan jalan tersebut, Decky mengaku proses pekerjaan ini merupakan penunjukan langsung dari dinas PU PR Provinsi Papua bersama Badan Penanggulangan Bencana untuk mengatasi area bencana.
“Proyek dari PUPR Provinsi karena ini tanggap bencana, maka dilakukan penunjukkan Proyek langsung, dan untuk keterangan papan proyek akan kami pasang dalam waktu dekat,” katanya, (oel/tri)
Pengawasan dilakukan dengan melibatkan sejumlah instansi terkait, termasuk Pertamina dan Dinas Energi dan…
Menyikapi potensi gangguan keamanan jelang hari kemerdekaan. Pengamanan ketat akan diberlakukan secara menyeluruh, mencakup wilayah…
Danrem 174/Anim Ti Waninggap Brigjen TNI Mustakim, mengingatkan masyarakat Papua Selatan agar lebih bijak menyikapi…
Kemenag kini menghadirkan aplikasi AMAN, aplikasi ini bukan sekadar portal pengaduan biasa. Platform resmi…
Dalam lomba terdapat tiga kategori yang diperlombakan, yakni Tata Kelola SPPG Polri, Inovasi Kepala SPPG…
Pangdam mengatakan serah terima jabatan di lingkungan TNI Angkatan Darat merupakan bagian dari proses pembinaan…