Categories: METROPOLIS

RDPW dan RDPU Tetap Akan Dijalankan

Timotius Murib: Bisa Jadi Penolakan RDPW di Beberapa Daerah Ada Permainan

JAYAPURA- Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) Timotius Murib mengungkapkan, pelaksanaan Rapat Dengar Pendapat Wilayah (RDPW) dan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) saat ini belum bisa dilaksanakan sesuai jadwal mengingat ada tiga hal yang diperhatikan MRP yakni masih adanya pandemi Covid-19, akan dilaksanakannya Pilkada serentak di  Papua dan masih adanya Maklumat Kapolda.

Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) Timotius Murib

  Namun hal ini tidak juga mengurangi semangat MRP untuk tetap melakukan RDPW dan RDPU kapan saja waktunya, karena ini bagian  penilaian dari masyarakat asli Papua Dalam pelaksanaan otonomi khusus, tidak bisa evaluasi dengan dilakukan secara sepihak hanya dilakukan evaluasi oleh pemerintah kemudian elite-elite juga melakukan evaluasi dan mengatakan Otsus lanjut.

  “Saya kira ini pembohongan yang luar biasa dilakukan oleh pemerintah untuk masyarakat Papua jika tidak dilakukan RDPW dan RDPU, sehingga kami dari MRP akan menunda RDP kami akan lakukan pada waktu kapan pun dalam rangka kita ingin melakukan evaluasi mendengarkan secara psikologis apa harapan masyarakat Papua terhadap implementasi otonomi khusus, karena merekalah yang menerima manfaat daripada pelaksanaan Otsus , karena RDP tidak kali pertama ini kami gelar. Dan kami hargai nanti dalam pelaksanaan RDP tetap melibatkan pemerintah, dikawal oleh polisi, biar sama-sama dengar masyarakat punya psikologis implementasi Otsus ini seperti apa,”katanya, Kamis (26/11) kemarin.

Dengan adanya penolakan RDPW di beberapa daerah tidak perlu ditanggapi secara berlebihan, karena bisa jadi penolakan ini ada permainan dari pihak tertentu, karena intinya yang harus didengarkan adalah masyarakat OAP.  Sehingga adanya penolakan Ketua MRP juga tahu, namun ini demi menjaga Kamtibmas seperti di Wamena minggu lalu. Oleh karena itu, dengan alasan Kamtibmas maka rombongan balik ke Jayapura.

Termasuk  tim RDP dan staf saat ke Merauke ada yang diamankan oleh aparat kepolisian sampai diborgol tentu pasti ada maksud dan tujuan lainnya.  “Jadi pemerintah dan aparat tidak perlu khawatir, sebab RDP untuk melihat dan mendengar psikologis masyarakat OAP terkait implementasi Otsus sejauh ini bagaimana pelaksanaannya.(dil/wen)

newsportal

Recent Posts

Alur Perjalanan Dinas DPR Papua Ditelusuri

Kasus yang turut menyeret nama mantan Sekretaris DPR Papua berinisial JJ tersebut kini memasuki tahap…

18 hours ago

SD YPK Elim Wouma Ludes Terbakar

Menurutnya, usai mendapat laporan masyarakat anggorta dari Polres Jayawijaya langsung merespon ke lokasi tersebut dan…

18 hours ago

Napi Tipikor di Lapas Abepura Diperlakukan Sama

  Prinsip kesetaraan di mata hukum dan tata kelola pemasyarakatan menjadi komitmen utama manajemen Lapas…

19 hours ago

Kemarau Panjang Pengaruhi Peningkatan Inflasi di Papua Pegunungan

Badan Pusat Statistik  (BPS) Kabupaten Jayawijaya memastikan musim kemarau panjang sangat mempengaruhi inflasi di daerah.…

19 hours ago

Giliran 330 Guru Non OAP Ditarik dari Distrik-distrik

Kepala Dinas Pendidikan Kaleb Asso S.PD, M.PD menyatakan menyikapi situasi keamanan saat ini di Kabupaten…

20 hours ago

Ratusan Karyawan PT MNM Protes Soal Ketenagakerjaan

Dalam aksi tersebut, para karyawan menyampaikan sejumlah aspirasi yang berkaitan dengan kondisi ketenagakerjaan di perusahaan.…

20 hours ago