

Pj.Wali Kota Jayapura Dr Frans Pekey (FOTO:Karel/Cepos)
JAYAPURA-Pj Walikota Jayapura Frans Pekey mengecam keras tindakan oknum anggota Satpol PP yang menganiaya terhadap salah satu karyawan di Toko Aneka Jayapura, Rabu (26/7) siang. Diapun mengaku akan memberikan sanksi tegas kepada oknum Satpol PP tersebut baik secara administrasi maupun sanski kepegawaian, serta sanksi lain yang diberikan.
“Atas nama Pemerintah Kota Jayapura saya menyampaikan permohonan maaf, atas persoalan ini,” ujar Frans Pekey.
Dikatakan atas tindakan oknum Satpol PP tersebut, pemerintah akan bertanggung jawab untuk segala pembiayaan rumah sakit dari korban. “Kepada keluarga besar Flobamora Kota Jayapura, saya ucapkan permohonan maaf, Kami akan bertanggung jawab atas persoalan ini,” tuturnya.
Lebih lanjut dia sampaikan apabila pihak keluarga korban ingin membawa kasus ini ke ranah hukum. Pemerintah siap menerima dan menanggung resiko, terutama pelaku.
“Silahkan kalau mau bawa kasus ini ke ranah hukum, itu haknya keluarga korban, hal itu juga untuk memberikan efek jera bagi yang lain, saya sangat prihatin atas tindakan oknum Satpol PP tersebut,” tandasnya.
Kepada Kasatpol PP, serta Pembina Satpol PP di Kota Jayapura, Frans Pekey mengharapkan atas persoalan ini, maka perlu adanya peningkatan pembinaan mental bagi para anggotanya, sehingga tindakan arogansi semacam ini tidak dilakukan kedepannya.
“Mental arogansi semacam ini perlu pembinaan serius, kita itu harus bekerja sesuai prosedur, tidak kemudian main hakim sendiri,” tukasnya.
“Sekali lagi saya atas nama Pemerintah Kota Jayapura menyampaikan permohonan maaf atas tindakan oknum Satpol PP tersebut,” sambungnya.
Sebelumnya beredar di berbagai group Whatsapp beberapa oknum anggota Satpol PP melakukan penganiayaan terhadap salah satu karyawan di Toko Aneka Jayapura. Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui penyebab dari kasus penganiayaan tersebut. (rel/tri)
Ia menargetkan seluruh kegiatan dan program dapat terealisasi hampir seluruhnya sebelum memasuki akhir tahun. Bahkan,…
Timnas Brasil akan menghadapi Timnas Maroko pada laga perdana Grup C Piala Dunia 2026 di…
Delapan orang yang disebut sebagai anggota Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Kodap…
Selain itu, juga disepakati hasil sosialisasi ini akan ditindaklanjuti dalam penantanganan nota kesepahaman antara masyarakat…
Publik juga khawatir dari kenaikan ini justru ada upaya mencari keuntungan sepihak termasuk menerapkan cara-cara…
Pengelola APMS Lasminingsih dan Anwarudin Wamena, Suyono mengaku sebenarnya kalau dikatakan pembiaran itu tidak, sebab…