Categories: METROPOLIS

Tertarik Siapkan Potensi Jurnalis Muda

Pemred Cenderawasih Pos, Lucky Ireeuw menjelaskan soal keredaksian kepada siswa siswi SMP Kalam Kudus yang berkunjung ke gedung Graha Pena, markas Cenderawasih Pos, Jumat (26/4) kemarin.( FOTO : Gamel Cepos )

JAYAPURA –  Kantor Redaksi  Cenderawasih Pos di Graha Pena Papua Jl Balai Kota No 7   hingga kini masih menarik perhatian bagi banyak sekolah di Kota Jayapura untuk dikunjungi. Yang terakhir adalah SMP Kalam Kudus  dengan membawa 106 anak didiknya  di kelas VII dan kelas VIII. Jumlah ini membuat ruangan redaksi menjadi penuh. Kepala SMA Kalam Kudus,  Karinsen Purba menjelaskan bahwa kunjungan ke redaksi Cepos untuk menjawab rasa penasaran terkait bagaimana koran dibuat mulai dari peliputan, keredaksian  hingga  percetakan. 

 “Kami mengajak anak-anak untuk mengetahui objek yang ada hubungannya dengan mata pelajaran dan salah satu yang kami pilih adalah Cepos. Anak-anak perlu memahami soal bagaimana informasi itu diterima, diolah kemudian disebarkan. Ini juga agar mereka mencintai Cepos,” jelas Karinsen disela-sela kunjungan, Jumat (26/4). Hanya saja tugas anak didiknya tak sekedar menonton tetapi sepulang nanti akan akan diminta membuat tulisan tentang dapur Cepos. Menariknya lanjut kepala sekolah, setelah kunjungan pihaknya akan menawarkan kepada peserta didik untuk sebuah kegiatan ekstra kurikuler tentang jurnalis. 

 “Tujuannya kesitu juga nantinya bagaimana menumbuhkan keinginan untuk menjadi seorang jurnalis jadi sejak awal mereka harus punya gambaran,” imbuhnya. Sementara Pimpinan Redaksi Cenderawasih Pos, Lucky Ireeuw menjelaskan bahwa Cepos menjadi koran pertama dan terbesar serta masih menjadi barometer koran di Papua. “Setiap harinya dilakukan rapat untuk membahas berita apa yang akan diterbitkan besok. Dari rapat tersebut berita akan dibagi untuk kemudian masuk dalam proses pengetikan, editing dan dikirim ke percetakan,” katanya. 

 Ia juga menyinggung soal harga koran di Papua yang lebih mahal dibanding di daerah Jawa. Ini tak lepas dari semua bahan baik kertas, tinta maupun plat semua didatangkan dari luar. Anak-anak sekolah ini juga dibawa ke ruang percetakan untuk melihat proses percetakan. Didampingi penanggung jawab percetakan, Agus, Redaktur Pelaksana, Agung menyampaikan bahwa setiap hari koran dicetak malam dengan jumlah bisa mencapai 25.000 eksemplar. “Tapi ini juga tergantung berapa banyak yang mau dicetak. Jadi setelah dari redaksi semua akan dikirim ke percetakan untuk dicetak kemudian dipasarkan,” pungkasnya. (ade/dil/wen)

newsportal

Recent Posts

Alur Perjalanan Dinas DPR Papua Ditelusuri

Kasus yang turut menyeret nama mantan Sekretaris DPR Papua berinisial JJ tersebut kini memasuki tahap…

20 hours ago

SD YPK Elim Wouma Ludes Terbakar

Menurutnya, usai mendapat laporan masyarakat anggorta dari Polres Jayawijaya langsung merespon ke lokasi tersebut dan…

20 hours ago

Napi Tipikor di Lapas Abepura Diperlakukan Sama

  Prinsip kesetaraan di mata hukum dan tata kelola pemasyarakatan menjadi komitmen utama manajemen Lapas…

21 hours ago

Kemarau Panjang Pengaruhi Peningkatan Inflasi di Papua Pegunungan

Badan Pusat Statistik  (BPS) Kabupaten Jayawijaya memastikan musim kemarau panjang sangat mempengaruhi inflasi di daerah.…

21 hours ago

Giliran 330 Guru Non OAP Ditarik dari Distrik-distrik

Kepala Dinas Pendidikan Kaleb Asso S.PD, M.PD menyatakan menyikapi situasi keamanan saat ini di Kabupaten…

22 hours ago

Ratusan Karyawan PT MNM Protes Soal Ketenagakerjaan

Dalam aksi tersebut, para karyawan menyampaikan sejumlah aspirasi yang berkaitan dengan kondisi ketenagakerjaan di perusahaan.…

22 hours ago