Untuk itu ia mengajak semua pihak terutama orang tua untuk bersama-sama menjaga dan melindungi anak-anak dari perbuatan yang menghancurkan masa depannya. “Mari bersama kita jaga anak-anak kita, karena mereka adalah harapan masa depan kita,” ajaknya.
Lebih lanjut, Ketua komisi D itu menyebut perlindungan pada anak di dunia digital masih sangat rendah sehingga media sosial dapat memengaruhi pola pikir anak. Selain itu, himpitan ekonomi juga menjadi masalah baru bagi anak pasalnya, anak menjadi korban jika orangtuanya tidak peduli terhadap psikologi anak.
Ia menyebut bahwa anak-anak hari ini lebih butuh didengar daripada sekadar dinasihati. Di tengah paparan dunia digital yang nyaris tanpa batas, mereka menyimpan banyak tekanan yang seringkali tak dimengerti orang dewasa.
“Kita harus belajar mendengar apa yang menjadi pesan anak, pertanyaan anak atau statement anak-anak kepada orang tua. Sebenarnya hanya sederhana,” paparnya. (jim/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Untuk mencapai pintu rimba, kami memilih menggunakan kendaraan milik warga. Pilihan ini bukan tanpa alasan.…
BPS Provinsi Papua, Emi Puspitarini, di Jayapura, Senin, mengatakan komoditas kayu masih menjadi penyumbang terbesar…
Ia menjelaskan bahwa kawasan hutan bakau di Jayapura, khususnya di wilayah Hamadi hingga Holtekamp, memiliki…
Ujian ini dijadwalkan berlangsung selama empat hari, dimulai sejak, Senin 4 Mei hingga Kamis, 7…
Menurutnya, kelulusan merupakan awal dari harapan baru bagi generasi muda untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang…
Kericuhanpun tak terhindarkan, aparat harus menghindari lemparan batu sambil melepas tembakan gas air mata. Dari…